LHOKSEUMAWE – Fraksi Demokrat Bersatu (FDB) DPRK Lhokseumawe menyampaikan sejumlah masukan kepada  pemerintah kota setempat dalam rapat paripurna istimewa tentang persetujuan bersama Rancangan Qanun Perubahan APBK 2017 di gedung dewan setempat, Jumat, 24 November 2017, sore.

Anggota DPRK Lhokseumawe H. Abdul Manan Jalil yang membacakan pendapat akhir FDB mengatakan, pihaknya meminta kepada eksekutif agar realisasi P-APBK kali ini mengedepankan skala prioritas, upaya penyelesaian utang pihak ketiga, target yang belum tercapai serta pemasukan dari PAD harus optimal.

FDB menilai, defisit anggaran cukup besar yang melanda Pemko Lhokseumawe saat ini akibat keteledoran eksekutif dalam perencanaan dan realisasi anggaran. FDB menilai, pembangunan tidak seimbang dengan ketersediaan dana riil.

“Ke depan kualitas manajemen pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Lhokseumawe (agar) lebih ditingkatkan, tentu harus diiringi dengan kualitas pelaksanaan yang sesuai harapan masyarakat,” kata Abdul Manan Jalil.

Berdasarkan  Nota Keuangan Rancangan Qanun P-APBK Lhokseumawe Tahun 2017, FDB menyebutkan, pendapatan pada perubahan anggaran ini Rp 928,6 miliar lebih, meningkat karena adanya “penambahan” dari Dana Alokasi Khusus (DAK) kurang salur pada tahun 2016 senilai Rp 46,6 miliar lebih.

FDB mengingatkan, dana tersebut harus dikelola secara tertib sesuai ketentuan perundang-undangan, efektif, efisien, ekonomis, transparan, dan bertanggung jawab dengan memerhatikan asas keadilan, kepatutan, dan manfaat untuk masyarakat.

FDB berharap, pembangunan daerah agar lebih terfokus kepada pembangunan sumber daya manusia berkualitas pada pendidikan, akses informasi, dan kesehatan yang harus merata di empat kecamatan. Kemudian membangun akses informasi bagi masyarakat untuk peningkatan pemasukan dari sektor pariwisata daerah.

FDB mendesak Pemko Lhokseumawe agar perencanaan dan koordinasi kerja pembangunan prasarana dan sarana ke depan harus  lebih matang, mengingat sebelumnya terkesan dilakukan secara serampangan tanpa memerhatikan kepentingan umum.[]