BANDA ACEH – Ketua Komisi VI DPR Aceh T. Iskandar Daod, SE., M.Si. Ak., mengatakan, Rumah Sakit Umum Zainal Abidin harus mengutamakan pelayanan, jangan hanya mengejar sertifikasi seperti yang sering dilakukan pegawai rumah sakit umum lainnya.
“Dari kami sangat menyarankan supaya pegawai di sini (RSUZA) mengutamakan pelayanan dan kualitas daripada mengejar sertifikasi,” kata Iskandar Daod setelah melakukan sidak ke RSUZA, Jumat, 17 Juni 2016.
Iskandar didampingi anggota Komisi VI Hj. Fatimah, Drh. Nuraini Maida, Darwati A. Gani dan Tarmizi menyebutkan, sidak ini bagian dari tugas sebagai legislatif selaku pengawas.
“Soal RSUZA ini anggaran paripurnanya sudah dianggarkan, dan kita mendorong RSUZA sebagai rumah sakit kelas A ini dapat meningkatkan pelayanan, sebab rumah sakit ini adalah kebanggaan kita,” kata Iskandar Daod.
Komisi VI juga meninjau langsung bangunan baru dengan jumlah ruangan 38 terdiri 2 VVIP dan 36 VIP. Ruangan ini akan diisi 300 bed untuk mengurangi antrean di UGD dan poly.
“Ruangan baru baru dapat beroperasi sekitar bulan September 2016 mendatang,” ujar Direktur Administrasi dan Umum Fakruddin, dan Wakil Direktur Penunjang RSUZA Nurnikmah kepada tim Komisi VI.
Menurut Fakruddin, saat ini bad yang aktif berjumlah 548 buah, nanti September akan bertambah 300 bad lagi. “Jumlah ini diharapkan dapat mengecilkan frekwensi antrean,” katanya.
Turut mendampingi Komisi VI DPR Aceh, selain Wadir Penunjang adalah Wakil Direktur pengembangan Sumber Daya Manusia Marwan Nusuf.[]

