CALANG – Hari pertama kunjungan tim Panitia Khusus (Pansus) DPR Aceh Daerah Pemilihan X (Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Siemelu) di Aceh Jaya, dikejutkan dengan beberapa proyek yang bersumber dari dana Otsus diduga bermasalah dan terkesan pemborosan.
Ketua Pansus X DPRA, Mohd. Alfata, S.Ag., di Aceh Jaya menyebutkan, kebanyakan proyek ibarat menembak seekor tikus menggunakan meriam.
“Itu artinya biaya yang besar tapi manfaatnya kecil,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) saat melihat pembangunan tanggul Alue Suak Muling, Kecamatan Krueng Sabe, Aceh Jaya, Selasa, 2 Agustus 2016.
Berikut beberapa proyek yang anggarannya di atas Rp500 juta yang dinilai oleh tim Pansus X bermasalah atau tidak memuaskan:
1. Tebing Sungai Lambeuso sumber dana Otsus sebesar Rp13 miliar dengan volume 399 meter. Setelah pembangunan tebing selesai, terjadi patah sepanjang 20 meter, namun untuk memperbaiki patahan tersebut kembali diajukan lagi pekerjaan baru untuk memperbaiki tanggul sepanjang 399 meter. Jumlah itu dianggap pemborosan, karena patahan hanya 20 meter saja.
2. Rehab jaringan irigasi di Pante Kuyun sumber dana Otsus Rp710 juta untuk volume 275 meter. Pansus menilai kendati pengerjaan selesai, namun pengerjaan tidak serius karena tak diawali dengan survei dan pendekatan dengan masyarakat, sehingga masyarakat menolak menjual tanah mereka untuk pembangunan keperluan kemiringan dinding irigasi. Dampaknya, dinding betonnya berdiri tegak.
3. Pembangunan tanggul pengaman Alue Suak Mulieng, Kuala Meurisi, Kecamatan Krung Sabee sumber dana Otsus Rp838 juta dengan volume 75 meter. Pansus menganggap tanggul yang berada di jalan menuju kantor bupati tersebut tidak bermanfaat, dan merupakan pembangunan tahap I dari rencana pembangunan tanggul hingga ke kantor bupati.
4. Embung Alue Meurisi, Kecamatan Krueng Sabee sumber dana Otsus Rp4 miliiar lebih. Pansus menganggap pembangunan embung sia-sia lantaran selain tidak memiliki air, juga pengairan ke sawah yang tidak efektif, sehingga pembiayaan untuk embung dianggap pemborosan.
5. Pembuatan pagar dan penimbunan untuk Kantor Samsat Aceh Jaya di Calang sumber dana APBA murni sepanjang 5000 meter (50×100). Pansus menilai pgar yang dibangun tidak sesuai harapan karena kondisi pondasi pagar yang miring dan terkesan asal-asalan.
Tim Pansus X DPR Aceh Dapil Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Siemeulu adalah Mohd Alfata, S.Ag (Ketua), Dr Hj Mariati MR, M.Si (Wakil Ketua), Drs H. Djasmi Has, MM (Sekretaris), H.Abdullah Saleh, SH, T Iskandar Daod, SE, M.Si.Ak, Zainal Abidin, S.Si, H. Zuriat Suparjo, Drs Asib Amin. dan Zainal Bakri.[]

