LHOKSUKON – Lirik lagunya yang terdengar unik dengan campuran bahasa Aceh dan Indonesia kini mulai menggema ban sigom Aceh. Selain mudah diingat, lirik-lirik itu semakin menarik karena dinyanyikan secara lucu atau jenaka.
Lukman Hikmah akrab disapa Syukur, 35 tahun, asal Kota Lhokseumawe merupakan pencipta lagu-lagu yang dinyanyikan Bergek. Syukur mulai terjun ke dunia entertaiment Aceh sejak 2005 silam. Kerja sama dengan Bergek terjalin tahun 2015 hingga saat ini.
“Sekitar tahun 2006 saya bekerja sama dengan Ayah Doe (sutradara film Empang Breuh) untuk membantu menulis naskah di film tersebut. Lalu, iseng-iseng saya buat lirik lagu kupi-kupi. Ternyata Ayah Doe terkesan karena lirik tidak menjiplak, hingga akhirnya dinyanyikan Bang Joni. Kemudian saya juga terlibat sebagai pemain figuran dengan peran sebagai Syukur dalam Eumpang Breuh 5. Hingga akhirnya nama Syukur itu melekat dengan saya,” kata Syukur kepada portalsatu.com via telepon seluler, Senin, 29 Februari 2016.
Terkait lirik lagu Bergek yang terdengar unik dan lucu, Syukur menjelaskan, ia menciptakan lagu sesuai dengan karakter penyanyi. Selain itu, ia juga melihat perkembangan dunia remaja. Termasuk tren dan bahasa gaul yang kerap diucapkan remaja masa kini.
“Percampuran dua bahasa (Aceh-Indonesia) itu sama sekali tidak bermaksud menghilangkan adat. Namun Aceh itu merupakan kesatuan dalam NKRI. Ditambah lagi remaja Aceh juga kerap berbicara dengan bahasa gaul, termasuk fenomena foto dengan kamera 360 agar terlihat lebih cantik dari aslinya. Sesuai dengan lirik lagu yang saya ciptakan. Demikian juga dengan pengucapan kata 'sedikit' yang dipersingkat menjadi 'dikit'. Intinya, percampuran dua bahasa itu menjadi daya tarik tersendiri,” ujar ayah satu anak itu.
Syukur menyebut ia telah menciptakan beberapa lagu untuk Bergek. Di antaranya, 'Dikit-dikit', 'Gaseh ka lekang', '360' dan lainnya. Tak ketinggalan yang terbaru, 'Dikit-dikit 2'.
Tahun 2010, Syukur pernah mengeluarkan album 'Bungong Pada' yang dinyanyikan Ahmad Raj. Sebelumnya, ia telah menciptakan lagu untuk beberapa penyanyi Aceh lainnya. Syukur memakai campuran bahasa Aceh, Indonesia, Inggris dan India.
Terkait lagu Bergek yang sedang booming, Syukur mengucap, “Alhamdulillah. Itu semua berkat kerja sama yang baik dengan semua pihak yang terlibat”.
“Bagi saya, Bergek itu sudah seperti keluarga. Ia lucu, humoris, mudah menerima saran, cepat tanggap, bahkan terkadang sering memberikan ide-ide baru juga, ” pungkas Syukur.
Berikut lirik lagu “360” yang dinyanyikan Bergek:
Idoeng pesek jeut peumancong… Muka jeu-eut bek hie tumbon
Jameun maju alat jie peutroen… Kamera nan sabon
Pu jerawat… Puna kurap… Kulet langsong kuneng langsat
Jeut jie sulap hana payah ubat… hi awak Barat
Kamera 360… B612 pajoh
Langsong janji… tajak beutroh… Kaloen beudeuh… deuh… deuh
Cok silop-cok silop jak dek jak ta meureumpok
Cikidot-cikidot payah plung cok silop.
[] (idg)


