TAPAKTUAN – Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Aceh Selatan, Saiful Rahman, menyatakan pihaknya segera turun ke lapangan menindaklanjuti dugaan adanya oknum pedagang bahan bangunan di Kecamatan Meukek yang memonopoli penjualan semen.
Selama ini kami belum menerima laporan pengaduan langsung dari masyarakat makanya kami belum melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Tapi karena persoalan ini sudah menjadi keresahan masyarakat, kami segera turun ke lapangan, kata Saiful Rahman di Tapaktuan, Senin, 5 Desember 2016.
Saiful menyebut pihak akan menyelidiki persoalan kelangkaan semen di Kecamatan Meukek yang memicu kenaikan harga mencapai Rp60.000/sak sejak beberapa hari terakhir. Melalui langkah penyelidikan tersebut nantinya akan diketahui penyebab ketersediaan semen langka sehingga memicu kenaikan harga yang sangat signifikan.
Memang jika dalam kondisi ketersediaan semen sedang langka, harga mencapai Rp60.000/sak dijual oleh para pedagang masih dalam kondisi wajar serta dapat dimaklumi. Namun yang jadi persoalan sekarang ini adalah kelangkaan semen tersebut apakah karena adanya permainan pihak distributor atau pasokan dari pabrik semen sekarang ini memang dalam kondisi terbatas mengingat di akhir tahun, ujarnya.
Menurutnya, seluruh asumsi dan dugaan tersebut baru akan terungkap setelah pihaknya melakukan penyelidikan.
Soal berapa Harga Eceran Tertinggi (HET) penjualan semen yang ditetapkan pemerintah, Saiful mengaku sampai saat ini pihaknya belum mengetahui. Sebab, kata dia, selaku instansi yang bertugas memantau perkembangan harga pasar selama ini pihaknya hanya melakukan pengecekan kemudian mencatat pergerakan harga-harga kebutuhan pokok termasuk barang-barang penting seperti semen di pasaran.
Jika memang ada kenaikan atau penurunan harga barang dari biasanya, maka laporan itulah yang kami sampaikan kepada pimpinan baik di tingkat kabupaten maupun ke tingkat provinsi dan pusat, sebutnya.
Dugaan monopoli penjualan semen ini pertama kali terungkap dari pengakuan sejumlah warga Kecamatan Meukek Minggu lalu. Pasalnya, meskipun stok semen di beberapa toko bangunan di wilayah itu sedang kosong, tapi ada satu toko bangunan di Desa Labuhan Tarok, Kecamatan Meukek yang memiliki ketersediaan semen.
Namun sayangnya, semen yang dijual kepada masyarakat tersebut dalam kondisi harga “mencekik leher yakni mencapai Rp60.000/sak. Padahal sebelumnya saat kondisi normal, harga penjualan semen di wilayah itu Rp53.000Rp54.000/sak.[]
Laporan Hendrik


