LHOKSUKON – Harga bahan bangunan di Aceh Utara sejak sepekan lalu naik sekitar 30 persen. Bahkan di kawasan Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya Barat, semen mulai sulit didapat. Kondisi itu ikut berdampak pada pembangunan proyek gampong.

“Harga bahan bangunan naik hingga 30 persen, mulai dari semen, besi, batu bata, hingga pasir. Kenaikan harga terjadi menjelang pembangunan proyek rumah duafa,” ujar Reza, warga Gampong Meunasah Panton, Kecamatan Tanah Jambo Aye, kepada portalsatu.com, Sabtu, 5 Agustus 2017.

Reza menyebutkan, harga semen Andalas Rp55 ribu per sak, padahal sebelumnya Rp51 ribu per sak. Sedangkan harga besi 10 milimeter kini mencapai Rp48 ribu per batang, dari harga sebelumnya Rp38 ribu.

Safruddin, Geuchik Gampong Matang Bayu, Kecamatan Baktiya Barat mengatakan, harga pasir dan batu kini Rp1 juta lebih per truk dan sulit diperoleh. “Bahkan semen saya cari di Alue Ie Puteh, tidak ada. Padahal kami sangat membutuhkannya untuk pembangunan proyek gampong,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah dapat mencarikan solusi terkait persoalan tersebut. “Kita harap pemerintah turun tangan, sehingga pembangunan proyek gampong tidak terkendala akibat mahalnya bahan bangunan,” ujar Safruddin.[]