TAKENGON – Ulama kharismatik sekaligus tokoh Muhammadiyah Gayo Teungku H. M. Ali Djadun pagi tadi meninggal dunia di rumahnya sekitar pukul 08:30 WIB, Senin, 1 Agustus 2016. Rumah duka berada di Jalan Inen Manyak Tero Non 99 Pasar Pagi Lama Takengon Timur, Aceh Tengah.
Mantan Ketua MPU Aceh Tengah periode 2001-2015 itu mengembuskan napas terakhirnya di usia ke-90 tahun.
“Beliau meninggal sambil duduk di kursi. Beliau memang sering duduk dengan kepala merunduk,” kata Zikri, pendamping pribadi Ali Djadun di rumah duka.
Menurut data yang diperoleh portalsatu.com di Sekretariat MPU Aceh Tengah, Teungku Ali Djadun lahir di Gunung Teritit, Bener Meriah pada 1925.
Ia adalah anak dari pasangan Djadun-Fatimah Syam. Ali Djadun merupakan anak ke 4 dari 6 bersaudara.
Almarhum meninggalkan 7 orang anak dua di antaranya adalah laki-laki.
Ia juga tercatat sebagai salah seorang pendiri Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon. Pernah menjadi kepala sekolah di beberapa madrasah.
Di kalangan masyarakat Gayo, Teungku Ali Djadun merupakan sosok yang sangat disegani.
Ia juga menjadi panutan bagi masyarakat Gayo. Tak hanya itu, Bupati Aceh Tengah Ir. H. Nasaruddin di setiap pidato sambutannya juga kerap memuji kepiawaian dalam memimpin almarhum Ali Djadun.
Jenazah almarhum akan disalatkan usai salat asar di masjid Agung Ruhama Takengon dan dimakamkan di tempat kelahirannya Gunung Teritit, Bener Meriah.
Di rumah duka, terlihat sejumlah pejabat di Aceh Tengah datang melayat dan dipadati ratusan masyarakat.[](ihn)




