BANDA ACEH – Masyarakat Aceh berduka atas kepergian dua ulama kharismatik yang telah menginspirasi banyak insan melalui pengabdian dan ilmu yang mereka bagikan. Abu H. Usman bin Ali atau Abu Kuta Krueng, dan Aba H. Asnawi Bin Tgk. Ramli atau Aba Asnawi, wafat pada Kamis, 13 Februari.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem atas nama Pemerintah Aceh menyampaikan belasungkawa dalam sebuah doa singkat yang ia pimpin di Kota Jantho pada Kamis siang. Mualem mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk senantiasa mengirimkan doa kepada kedua tokoh ulama tersebut.
“Mari sama-sama kita menghadiahkan ummul quran kepada beliau sekalian,” ucap Mualem.
Abu Kuta Krueng, Pimpinan Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Pidie Jaya, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, sekitar pukul 04.30 waktu Aceh. Abu telah beberapa hari menjalani perawatan intensif sebelum akhirnya berpulang ke rahmatullah.
Sementara itu, Aba Asnawi, Pimpinan Dayah Budi Mesja Lamno, Aceh Jaya, meninggal dunia di kediamannya, Kamis, sekitar pukul 09.45.
Kepergian kedua ulama tersebut merupakan kehilangan besar bagi keluarga dan santri yang mereka bina, juga seluruh masyarakat Aceh yang telah mendapatkan banyak pencerahan melalui ajaran dan teladan kebaikan mereka.
Mualem menyatakan, “Kami sangat berduka atas kehilangan dua ulama besar yang telah berjasa menyebarkan ilmu dan kebaikan di Aceh. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah mereka, mengampuni dosa-dosa mereka, dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami doakan agar diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa sulit ini.”
Kehilangan ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya melanjutkan warisan keilmuan dan nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan oleh kedua tokoh ulama tersebut. Masyarakat Aceh diharapkan tetap bersatu dalam doa dan amal sebagai penghormatan atas jasa dan dedikasi mereka yang telah memberikan kontribusi besar bagi dunia keagamaan dan pendidikan di daerah ini.[](ril)




