Dunia kebudayaan dan seni Aceh kembali berduka.
“Innalillahi Wainnailai Raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah kanda kami tercinta Syamsuddin Jalil (Ayah Panton) pada pukul 03.00 Wib di Pantonlabu.”
Demikian pesan di dalam grup Whatapps “Majelis Seniman Aceh” yang dikirim oleh seniman senior grafika Aceh, H A Salam, ST (A Sahut), pagi ini, Sabtu, 29 Mei 2021.
Ayah Panton merupakan seorang budayawan Aceh yang mengabdikan dirinya dalam mengangkat kembali bahasa Aceh menjadi bahasa tulisan.
Tahun lalu, laki-laki yang juga penulis lirik-lirik lagu KanDe ini, menerbitkan majalah berbahasa Aceh, Neurok, bersama beberapa orang tokoh Aceh lainnya.
Pada akhir tahun 2019 lalu, bersama para seniman, mencetuskan terbentuknya sebuah perkumpulan yang kemudian dinamakan Majelis Seniman Aceh (MaSA) segera dibentuk.
Majelis Seniman Aceh telah menyatukan sebagian seniman yang sebelumnya tercerai berai ke dalam beberapa kelompok. Beberapa tokoh dari Majelis Seniman Aceh membantu Ayah Panton dalam menerbitkan majalah berbahasa Aceh, Neurok.
Selain itu, dengan sering silaturrahminya para seniman setelah adanya Majelis Seniman Aceh, membuat beberapa orang tokohnya mengusulkan kembali Qanun Kesenian Aceh pada tahun lalu.
Ayah Panton, yang di masa mudanya menjadi bintang panggung di grup sandiwara “Panteue Subra” ini memiliki kemampuan bicara dalam bahasa Aceh yang menakjubkan. Kemampuannya berbicara dalam bahasa Aceh yang bersastra dan khas, membuatnya selalu menjadi pusat perhatian di setiap forum pertemuan yang dihadirinya[]




