BANDA ACEH – Demi meningkatkan layanan pada masyarakat, RSUZA Banda Aceh kini menghadirkan layanan Bedah Endovaskular untuk kasus Peripheral Artery Desease. Layanan ini merupakan tindakan percutaneus tanpa sayatan pada kulit pasien.
Dengan adanya layanan ini pasien dengan kelainan penyempitan pembuluh darah di kedua kaki bisa diatasi dengan tindakan Percutaneus Transluminal Angioplasty (PTA) dengan menggunakan Drug Coated Ballon (DCB).
Kepala Divisi Ilmu Bedah Toraks Kardio Vaskular RSUZA dr. Yopie Afriandi Habibie, SpB.TKV-FIHA mengatakan, kasus Peripheral Artery Desease sering terjadi pada pasien Diabetes Mellitus, yang mengeluhkan nyeri hilang timbul di tungkai bawah dan bahkan sudah terjadi luka (ulkus) pada daerah kaki.
Tindakan pembedahan ini untuk melakukan revaskularisasi dengan membuka pembuluh darah yang mengalami penyempitan (stenosis) atau penyumbatan total (total oklusi), sehingga aliran darahnya menjadi lancar kembali.
“Semoga layanan ini dapat membantu pasien-pasien DM yang sudah memiliki gejala dengan harapan dapat menurunkan angka amputasi kaki,” katanya kepada portalsatu.com, Jumat, 11 November 2016.
Hadirnya layanan Bedah Endovaskular ini katanya, ditandai dengan tindakan operasi perdana pada 3 pasien PAD pada tanggal 3 & 4 November 2016 lalu.
Secara spesifik ia menjelaskan, penyebab penyempitan pembuluh darah di kedua kaki disebabkan oleh tiga hal yaitu Trombus, Emboli dan plak Artherosklerotik. Khusus pada pasien DM, penyebabnya sering terjadi karena penumpukan plak Artherosklerotik di kedua kaki.
“Penyempitan tersebut bisa ditemukan mulai dari pembuluh darah Arteri Iliaca yang sering dikenal dengan Aorto Iliac Disease, sampai ke pembuluh darah di Arteri Dorsalis Pedis. Keluhan yang sering muncul dirasakan oleh pasien adalah “Klaudikatio Intermitten”. Artinya, nyeri hilang timbul saat beraktivitas. Nyeri bisa dirasakan sebagai kebas, rada pegal di kaki, nyeri seperti kena air cabe dan ditusuk-tusuk,” katanya.
Jika seseorang mengalami keluhan nyeri seperti itu katanya, merupakan tanda awal terjadinya penyempitan pembuluh darah kaki. Lazimnya kata dr. Yopie, nyeri dirasakan di daerah betis. Tujuan dari penanganan kasus ini adalah untuk mencegah terjadinya amputasi kaki.
“Tapi jika pasien datang sudah dengan keluhan kaki yang menghitam (sudah terjadi kematian jaringan). Maka sudah pasti akan dilakukan amputasi kaki. Namun tujuan lainnya adalah untuk menurunkan level amputasinya. Maksudnya, jika seharusnya amputasi di area paha, maka bisa kita turunkan ke area betis atau telapak kaki,” ujarnya.[]


