Oleh Taufik Sentana*
Beruntunglah kita yang beriman dengan takdir Allah. Dalam kata takdir itu mengandung makna ukuran, ketetapan dan kekuasaan Allah atas hambanya.
Dari sini kita ambil makna kadar sebagai ukuran. Bahwa Allah telah menetapkan semua ukuran bagi setiap makhluk, apapun bentuknya. Dari hidup-mati, rezeki, daun yang kering dan jatuh serta sebaran telur ikan di laut dan semua unsur tabiaat alam lainnya. Termasuk pula proses kerja dalam DNA :sintesa protein, energi, dialog” antarkromosom dst..Semua telah ditakar dalam kadarNya.
Bahkan ada diantara kita yang sejengkal lagi ia masuk surga, tapi akhirnya dicampakkan ke neraka karena ukuran akhir yang keliru. Begitupun sebaliknya.
Sehingga kita lebih berhati-hati dalam beramal dan tidak membanggakan amal diri. Kita pun dituntut untuk selalu menyelaraskan diri dengan sikap ridha, taat, syukur, usaha dan doa.
Kita tidak hanya berhati hati dalam amalan, tapi juga pada sikap keseharian tentang gaya hidup, seperti makanan dan apa yang konsumsi. Asam dan asin, manis-pahit ataupun sakit-sehat telah ada ukuranNya. Baik secara ajali dan takwini (terjadi sekarang).
Seorang yang menghayati (kadar) ukuran ini akan terlepas dari sedih dan apatis, sombong dan iri serta akan selalu memperbesar harapannya akan rahmat Allah.[]
*Ikatan Dai Indonesia.Kab. Aceh Barat



