MEULABOH – Aparat Kepolisian Resort Aceh Barat, Polda Aceh menurunkan tim patroli roda dua yang dipersenjatai untuk memastikan kondisi setiap sudut wilayah setempat tetap aman dan terkendali dari berbagai ancaman.
Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho, di Meulaboh, Sabtu, 16 Januari 2016, mengatakan kegiatan patroli sudah dilakukan sejak mendapat instruksi siaga satu dari pimpinan untuk setiap daerah di Indonesia pasca serangan bom di jantung ibu kota Jakarta.
“Sejak Jumat (15/1) kita dari Kepolisian Aceh Barat sudah bergerak melakukan patroli dan razia. Kalau biasanya patroli cuma 2 sampai 4 orang keliling kota, tapi dua hari ini kita tingkatkan jumlah dan frekwensinya dalam rangka siaga satu,” sebutnya.
Khusus di Aceh Barat, aparat kepolisian memperkuat pengamanan dengan melibatkan 25 orang personil tim patroli roda dua sebagai kegiatan preventif pada siang hari, sementara malam hari ditambah kekuatan dengan patroli roda empat.
Selain dipersenjatai, personil Polres Aceh Barat yang melakukan patroli diwajibkan mengunakan seragam lengkap dengan rompi anti peluru untuk mengantisipasi adanya dugaan serangan serupa seperti yang terjadi di ibu kota Jakarta.
Kapolres AKBP Teguh menyampaikan, bahwa objek vital tempat keramaian masyarakat yang menjadi fokus pengamanan dan pengawasan yang ditingkatkan seperti tempat perbelanjaan masyarakat, pertokoan, Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II-B Meulaboh, KFC dan Pos Polisi.
“Kita memintakan agar personil yang ditugaskan dan juga masyarakat untuk tetap mewaspadai gerak-gerik orang yang mencurigakan. Kita juga memperketat pengamanan ditempat keramain termasuk LP dan KFC,” tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan, pasca terjadinya ledakan bom di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pihaknya mendapat perintah pimpinan melaksanakan siaga satu, kegiatan ini belum diberikan tengat waktu, namun disesuaikan dengan perintah dan kondisi dilapangan.
Selain itu jajaran kepolisian wilayah hukum Polda Aceh memperkuat pengamanan di perbatasan kabupaten/kota, Polres Aceh Barat melakukan peningkatan frekwensi razia diperbatasan Aceh Barat dan Nagan Raya, sementara untuk perbatasan Aceh Jaya diperkuat dengan personil Polsek setempat.
Jelas Kapolres AKBP Teguh Priyambodo, dalam kegiatan ini pihaknya belum mengunakan kekuatan tambahan dari jajaran TNI-AD, karena untuk dua hari siaga satu tidak ada riak maupun gangguan keamanan di wilayah hukum daerah itu.
“Sampai hari ini kita masih mengunakan kekuatan penuh dari Polri, nanti kalau memang membutuhkan kekuatan tambahan mungkin melibatkan TNI. Untuk gambaran umum sampai hari kedua siaga satu, wilayah Aceh Barat aman dan terkendali,” katanya menambahkan.[] sumber: Antara Aceh




