BANDA ACEH – Bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk meraih kemenangan dalam bentuk perubahan-perubahan dalam kehidupan manusia. Di mana, bulan puasa ini merupakan sarana dalam keagamaan islam untuk memperbaiki serta menata diri kembali, dari segala kekhilafan yang barangkali sudah kita lakukan sebelumnya, tentunya juga kita sangat berharap pada ampunan dari Allah SWT serta ridha-Nya.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Partai Aceh (PA), H Suadi Sulaiman alias Adi laweung, dalam tausiahnya bertajuk “Raihlah Kemenangan dalam Puasa Ramadhan” pada acara buka puasa bersama di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Sabang, Senin, 22 Juni 2016.

“Kesempatan bulan Ramadhan mampu memastikan serta memberikan suasana dan keadaan yang mendukung untuk melatih diri agar lebih aktif dalam segala bentuk kegiatan, termasuk dari apa saja yang merasa gagal. Dengan demikian, mari kita berbenah ke arah yang lebih baik,” kata politisi lulusan dayah ini dalam siaran persnya.

Kondisi tersebut, menurutnya, akan terbentuk di saat setiap pribadi yang berpuasa menahan lapar, haus serta menahan diri dari segala hal yang bisa membatalkan pahala puasa, bahkan yang bisa membatalkan puasa.

“Jika ini mampu dilewati oleh orang-orang yang berpuasa, maka yang bersangkutan menjadi jawara dalam merubah hidupnya, alasannya adalah melawan hawa nafsu merupakan peperangan yang sangat besar dalam kepribadian hamba,” katanya.

Oleh karena itu, dalam moment bulan suci Ramadan tahun 2016 ini ia mengajak perbaiki diri, rumah tangga, lingkungan dan bahkan daerah kita dengan tiga cara, yaitu dengan Ad-Dhara’ah (berdoa dengan penuh ketundukan dan kekhusyukan kepada Allah).

“Sebagaimana Allah berfirman dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 186, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”,” katanya.

Kemudian, kata Adi, pada kesempatan ini juga harus mampu meningkatkan mujahadah kita kepada Allah SWT dalam memperbanyak amaliyah melalui ritual-ritual serta ukhuwah dan bersedekah serta munasharah (melakukan dukungan, pembelaan dan perjuangan) terhadap berbagai permasalahan umat, termasuk moralitas yang sedang mengalami degradasi.

“Semoga kemenangan tersebut betul-betul diraih umat muslim sehingga membuka peluang bagi terwujudnya kepribadian dan daerah kita yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera dengan mendapat ridha Allah SWT,” katanya.

Adi Lawueng mengatakan, selain momentum memperbaiki diri dengan cara tadi, bulan setelah Rajab dan Syakban ini merupakan bulan yang agung, dihormati dan dimuliakan. Diantara keagungannya adalah Allah SWT turunkan alquran melalui malaikat Jibril as kepada nabi Muhammad SAW pada 17 Ramadhan 13 Sebelum Hijriah atau pada tahun 610 Masehi.

“Tak kalah dahsyatnya juga, Allah SWT menjadikan salah aatu malam di antaranya sebagai malam Lailatul Qadr, yaitu malam yang berlipat ganda nilainya sebanding dengan seribu bulan,” katanya.

Jika ditelisik dalam literatur Islam, katanya, berbagai kemenangan juga ditemui oleh ummat muslim dalam bulan ramadhan, antaranya kaum muslimin memenangkan perang Badar, mampu menaklukan kota Mekkah dan lain sebagainya.

“Maka, sebelum Ramadhan tahun ini berakhir mari kita raih berbagai kemenangan dari tiga fase yang kita lalui, yaitu fase maghfirah, rahmah dan itqum minannar,” kata politisi lulusan dayah ini.[]