BANDA ACEH – Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU) angkat bicara menanggapi isu maraknya perselisihan yang terjadi antara aparatur gampong dengan warga di Aceh Utara.
Wakil Sekjend IPAU Aulia Nur mengatakan, hal itu bisa terjadi akibat perangkat sistem pemerintahan di kecamatan ada yang kurang berfungsi, sehingga memicu ruang perselisihan antarwarga.
IPAU meminta pihak kecamatan untuk lebih serius menanggapi gejala-gejala pergesekan yang kemungkinan bermunculan di tengah-tengah masyarakat. Jika tidak disikapi sejak dini kata dia dikhawatirkan gejolak itu bisa menjadi besar, Lebih lagi menyangkut dengan Alokasi Dana Gampong (ADG).
Terkait masalah ADG, Aulia Nur, menyarankan supaya pihak aparatur kecamatan mengintensifkan pengawalan terhadap pendamping desa. Di samping pendamping desa itu sendiri harus punya kemampuan lebih dalam berinteraksi, baik dengan aparatur gampong maupun dengan warga.
Peran pihak kecamatan terhadap pengawasan pendamping desa itu sangat penting, karena kalau terjadi perselihan di dalam sebuah gampong menyakut masalah ADG, maka pedamping desa merupakan salah komponen yang harus dilibatkan dalam penyelesaian,” kata Aulia melalui siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu, 8 Oktober 2016.
Aulia juga menyasalkan sikap Camat Baktia Barat dalam menanggapi kasus perselisihan yang terjadi di Gampong Cot Keupok.
Menurut hemat kami, berdasarkan informasi yang kami imput, baik melalui media maupun warga, camat tidak begitu berperan aktif saat memfasilitasi penyelesaian di tingkat gampong, dugaan-dugaan warga tidak satupun yang tersikapi secara bijak, hingga berpuncaklah pada aksi unjuk rasa ke kantor bupati, kata Aulia.
Aulia menambahkan, dengan banyaknya perselisihan yang terjadi di tengah masyarakat, dan tidak bisa diselesaikan dengan cara yang berlaku dalam masyarakat itu sendiri, akan menunjukkan kenerja pemimpin masyarakat itu sendiri.
Kita mengharapkan kepada Camat khusunya di Baktia Barat, maupun kecamatan lain yang tersebar di Aceh Utara, supaya memetakan secara rapi setiap gesekan yang terjadi di tengah masyarakat, yang nantinya bisa merumuskan penyelesaian secara tepat, dan tidak terjangkit terlalu luas, ujar Aulia.[]



