BANDA ACEH – Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT) – Banda Aceh membantah pernyataan Riandani, yang mengatasnamakan Wakil Ketua IPPAT dan menuding ulama memihak dalam Pilkada 2017.  IPPAT juga meminta kasus teror bom yang terjadi kepada Tgk Usman Musa di Dayah Bustanut Tazkirah Gampong Keude Blang Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur, tidak dijadikan bahan miring untuk ulama.

Demikian disampaikan T. Darul Qutni selaku Waka II IPPAT, dan Musafir sebagai Waka III IPPAT dalam siaran pers yang dikirim kepada portalsatu.com, Jumat, 6 Januari 2017.

“Jangan kaitkan dan salahkan ulama dalam aksi ancaman teror bom tersebut, karena ulama tidak salah dan tidak ada keberpihakan pada Pilkada 2017. Para kandidatlah yang mendekati ulama, dan bukan sebuah kesalahan jika calon-calon tersebut mendekati ulama. Saya rasa perlu iktikad baik dalam menafsirkan perihal ini, sebab kita sudah membicarakan ulama” kata Waka III IPPAT, Musafir.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua II IPPAT, T. Darul Qudni. Dia mempertanyakan dasar tuduhan yang mengklaim ulama sudah memihak pada Pilkada 2017. Menurut T Darul Qutni, hal yang lumrah dan wajar jika ulama memang berpihak karena mereka juga memiliki hak pilih.

“Dayah pun bukan lembaga pemerintah semacam dinas, ini perlu dicerdasi matang-matang. Ulama hanya berpihak pada kemaslahatan umat Islam,” kata Darul Qudni.

IPPAT juga berharap tidak ada lagi ancaman aksi teror-meneror di Bumoe Seuramoe Mekkah di masa mendatang. “Mari kita jaga Pilkada Damai dan Halal untuk menuju Aceh Bermartabat. Pilihan boleh beda yang peunteng tanyoe meusyedara, jangan karena perbedaan kita pecah belah sesama bangsa,” katanya.[]