BANDA ACEH – Pesilat Merpati Putih di Aceh, Ira Hadiati, SH, mengatakan, Teater The Spirit of Aceh adapted from Hikayat Prang Sabi mengandung nilai pengetahuan sejarah.

“Pertunjukan seperti ini sebaiknya diperbanyak dan lebih sering. Ini media yang informatif untuk pembelajaran masyarakat,” kata Ira Hadiati, Sabtu, 8 Desember 2018, usai menonton pertunjukan tersebut di Taman Budaya Banda Aceh. 

Tokoh perempuan yang membawa MER-C Indonesia ke Aceh untuk membantu korban bencana tsunami dan gempa ini mengharap ada upaya lebih keras pemerintah untuk menyampaikan informasi kebudayaan.

“Acara seperti ini harus disaksikan pula oleh generasi muda di sekolah sekolah. Pengetahuan sejarah yang dikemas dalam seni lebih menarik,” kata Ira yang juga caleg DPR RI dari Aceh dapil 1 dari Partai Berkarya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Teater The Spirit of Aceh adapted from Hikayat Prang Sabi, merupakan teater karya sutradara Muhammad Yusuf alias Bombang atau Apa Kaoy yang diadaptasinya Hikayat Prang Sabi karya besar Teungku Chik Pante Kulu. Ditampilkan di Taman Budaya Banda Aceh, 7-8 Desember 2018.

Penyanyi legendaris Cut Aja Riska, dan Nazar Debus, serta berbagai telenta lainnya, ikut berakting di teater tersebut.[]