LANGSA – Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan, para seniman termasuk penyanyi Aceh harus mampu menciptakan karya sendiri. Sebab, kata dia, menjiplak karya orang lain atau plagiat tidak dibenarkan secara ketentuan hukum berlaku.

“Kalau ingin populer secara sehat khususnya di dunia seni atau musik, jangan pernah menjiplak milik orang lain, sebab itu juga bertentangan dengan hukum,” ujar Irwandi yang akan maju kembali sebagai kandidat Gubernur Aceh pada pilkada 2017.

Irwandi menyampaikan itu di hadapan para pendukungnya saat pertemuan di Aula Hotel Harmoni Langsa, 15 Maret 2016 lalu. Mulanya, dalam diskusi tersebut muncul pertanyaan dari pendukung Irwandi, bagaimana masa depan seni dan budaya, juga kegiatan konser di Aceh jika ia terpilih kembali sebagai Gubernur Aceh periode mendatang.

Menurut Irwandi, dirinya mendukung pengembangan seni dan budaya, tidak hanya pendidikan umum, kesehatan dan pembangunan fisik. “Seni budaya juga menjadi perhatian kita ke depan,” katanya.

Terkait konser, Irwandi menyebut ada beberapa catatan bagi seniman maupun penyanyi Aceh. “Di Aceh sebenarnya dibolehkan digelar konser, asalkan laki-laki dan perempuan dipisahkan, karena (bercampur laki-laki dan perempuan) itu tidak termasuk budaya kita dan bertentangan dengan norma agama,” ujar Irwandi.

“Seperti konser Bergek itu boleh (karena dipisahkan laki-laki dan perempuan). Cuma kalau menjiplak lagu milik orang, nah, itu yang tidak boleh,” kata Irwandi dalam sesi tanya jawab dengan para pendukungnyan.[] (idg)