SUBULUSSALAM – Calon Gubernur Aceh nomor urut 6, Irwandi Yusuf mengaku prihatin melihat kondisi Aceh hari ini mengalami penurunan banyak sektor. Hal ini sangat berbeda pada 2012 lalu, di mana saat itu Aceh sangat disegani.

“Sumatera Utara pernah iri dengan Aceh pada tahun 2007-2012. Setelah itu pelan-pelan Aceh mengalami penurunan. Dulu sangat disegani di Jakarta. Saat saya menghadiri rapat di Jakarta hampir separuh hadirin berdiri,” kata Irwandi Yusuf di Subulussalam, Rabu 16 November 2016.

“Namun sekarang, Aceh mengalami degradasi, underdog di Jakarta,  bahkan menjadi bahan tertawaan orang,” kata Irwandi.

Menurut Irwandi, Aceh bisa kembali jaya dan disegani oleh provinsi lainnya di Indonesia, jika masyarakat bersatu dan mempunyai tekad untuk membangun Aceh menjadi lebih baik.

“Ini berakhir atau tidak, itu tergantung kita semua, mari kita bekarya, mari kita bangun Aceh kembali seperti dulu,” ajak Irwandi.

Pembina Partai PNA ini mengaku saat menjadi gubernur waktu itu pernah mendapat ucapan selamat melalui surat yang dikirim oleh Presiden Amerika Serikat Bill Clinton karena sukses menjaga perdamaian di Aceh.

“Presiden Bill Clinton waktu itu pernah kirim surat ke saya karena sukses menjaga perdamaian. Namun saya tidak puas jika hanya mampu menjaga perdamaian, saya lebih bangga bisa mensejahterakan rakyat Aceh,” ungkapnya.

Irwandi mengatakan jika diberi kesempatan lagi untuk memimpin Aceh selama lima tahun ke depan, ia akan melanjutkan pembangunan seperti yang pernah dilakukan sebelumnya. Menciptakan lapangan kerja agar masyarakat hidup nyaman, harga sawit harus stabil, perikanan harus lebih produktif dan pendapatan masyarakat harus lebih meningkat dari sekarang.[]