BANDA ACEH – Kandidat calon Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, dipastikan maju melalui jalur parpol. Mantan Gubernur Aceh yang sempat berniat maju melalui jalur perseorangan ini akhirnya memantapkan niatnya untuk maju melalui koalisi parpol setelah syarat dukungan dan koalisi terpenuhi.
Syarat untuk mengusung calon gubernur di Aceh melalui jalur parpol setidaknya harus memiliki 13 kursi di parlemen. Dalam hal ini pasangan Irwandi-Nova memiliki 13 kursi melalui dukungan Demokrat 8 kursi, PNA 3 kursi, PDA 1 kursi dan PKB 1 kursi.
Dengan kata lain, Irwandi sangat bergantung pada semua dukungan tersebut. Pasalnya, jika PKB atau PDA yang dalam catatan hanya memiliki masing-masing satu kursi mencabut dukungannya kepada Irwandi-Nova, maka dapat dipastikan suami Darwati A. Gani ini tak bisa maju dalam kontes politik 2017.
Dalam hal inilah Irwandi sangat membutuhkan dukungan Golkar sebagai kartu As untuk memuluskan langkahnya mendaftarkan diri di pilkada mendatang. Namun Golkar yang memiliki 9 kursi di parlemen itu belum juga menentukan arah dukungannya. Padahal jumlah kursi Golkar di parlemen ini sangat menguntungkan untuk mengamankan posisi Irwandi.
Sinyal Golkar mulai merapat ke pasangan calon Irwandi-Nova mulai terlihat dalam konferensi pers kemarin. Bertempat di Taman Budaya Banda Aceh, T. M. Nurlif yang sebelumnya menyatakan diri akan maju di Pilkada 2017, datang dalam hajatan Irwandi-Nova. Disinilah Irwandi secara langsung meminta dukungan dari Golkar Aceh.
“Biarkanlah saya menjadi ge-er hari ini. Saya berharap dengan sepenuh-penuh harapan agar Golkar dapat menyusul mendukung kami,” kata Irwandi dalam acara tersebut yang didengar langsung oleh Nurlif.
Sementara T. M. Nurlif yang dikonfirmasi wartawan seusai acara tersebut mengaku hanya memenuhi undangan. Terkait dukungan, pihaknya tetap akan menunggu keputusan partai.
“Siapa pun yang undang kita dalam acara deklarasi, ya kita hadiri sebagai mitra politik. Calon perseorangan pun kalau undang kita akan kita hadiri,” kata Nurlif.
Akan tetapi, Nurlif tidak menafikan akan banyak terjadi hal yang tak terduga dalam politik. “Semua bisa terjadi dalam dunia politik ini,” kata dia.
Sementara dari segi dukungan kursi, Irwandi termasuk yang paling lemah, karena hanya memiliki pas 13 kursi. Sedangkan calon yang lain lebih 13 kursi.[](bna)




