TAPAKTUAN – Calon Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menyesalkan jargon Pilkada halal agar terbebas dari aksi teror, intimidasi dan pengancaman yang selama ini didengung-dengungkan tidak ditanggapi serius. Apalagi masih ada juga oknum tertentu yang melakukan aksi kekerasan terhadap kandidat tertentu.

Pernyataan itu disampaikan Irwandi Yusuf menanggapi pertanyaan wartawan terkait aksi penembakan rumah pribadi calon Gubernur Aceh nomor urut 1, H Tarmizi A Karim di Banda Aceh, Rabu, 16 November 2016 sore.

“Meskipun tindakan ini telah menciderai jargon Pilkada Halal yang saya dengung-dengungkan selama ini, tapi aksi ini belum tentu dilakukan oleh pihak kandidat tertentu. Makanya untuk menghindari fitnah yang macam-macam bagaikan bola liar, kami meminta kepada Kepolisian daerah (Polda) Aceh segera mengusut kasus ini sampai tuntas,” kata Irwandi Yusuf, seusai melantik tim relawan sekaligus berkampanye di Kecamatan Samadua,  Aceh Selatan, Jumat, 18 November 2016.

Dia menegaskan, satu-satunya cara agar persoalan tersebut tidak menjadi fitnah yang dapat merugikan pihak-pihak tertentu, maka aparat keamanan harus mampu mengungkap kasus tindak kriminal murni tersebut.

“Tentu pelakunya harus ditangkap sehingga jelas motif kejadian tersebut,” ujarnya.

Irwandi juga berharap aksi pembunuhan, pengancaman dan teror pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tahun 2012 lalu, tidak terulang kembali pada Pilkada serentak tahun 2017 mendatang. Menurutnya, siapapun calon Gubernur yang maju pada Pilkada tahun 2012 lalu, termasuk pihaknya yang berstatus incumbent saat itu, tidak akan mampu memenangkan kompetisi yang penuh dengan praktek Pilkada haram.

“Jangankan saya yang berstatus incumbent saat itu, kita ambil contoh misalnya, Barack Obama dia masuk Islam lalu mencalonkan diri maju pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tahun 2012 lalu, saya pastikan bahwa dia juga akan kalah saat itu. Sebab tidak akan mampu membendung praktek Pilkada haram yang seakan–akan seperti dibiarkan begitu saja terjadi,” kata Irwandi.

Dalam pertarungan pesta demokrasi Pilkada serentak tahun 2017 mendatang, kata Irwandi, pihaknya tetap berkomitmen akan mewujudkan Pilkada Halal. Sebab jika praktek Pilkada Haram dilegalkan, maka penghasilan yang diperoleh kemudian dibawa pulang ke rumah untuk dimakan anak dan istri juga haram.

“Bahkan selain penghasilan yang kita peroleh lalu dimakan anak istri haram, juga program-program yang kita rencanakan juga tidak akan sukses atau tidak akan berhasil. Sebab karena proses mendapatkan jabatan itu secara haram, maka hasilnya pun juga haram,” ujarnya.

Karena itu, Irwandi mengajak seluruh relawan dan tim suksesnya agar melakukan kerja-kerja politik secara halal.

“Terkait hal ini, saya tekankan secara serius kepada pendukung dan tim sukses saya. Jika ada dari mereka yang tidak mengindahkan ajakan dan seruan yang baik ini maka lebih baik mereka keluar saja,” kata Irwandi.[]

Laporan: Hendrik Meukek