Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaIstri Pangdam Puji...

Istri Pangdam Puji Kerajinan Tangan Karya Ibu Rumah Tangga di Aceh Timur

IDI RAYEK – Istri Pangdam Iskandar Muda, Wiwik Polandi, mengatakan Provinsi Aceh mempunyai karya seni kerajinan tangan yang indah dengan daerah lain.

Hal ini disebutkannya usai menyaksikan home industri hasil pembuatan anyaman karya seni kerajinan tangan ibu-ibu di Desa Matang Gleum, Kecamatan Pereulak, Kabupaten Aceh Timur beberapa waktu lalu.

“Hasil kerajinan Aceh, selain mempunyai kualitas dan keindahan, juga memiliki karya seni dan ide-ide kreatif tersendiri, kini usaha tersebut menjadikan suatu peluang penghasilan pendapatan bagi masyarakat di daerah tersebut,” kata Wiwik Polandi dalam siaran pers diterima portalsatu.com, Kamis, 28 Juli 2016.

Wiwik juga menyebutkan kerajinan ini pernah mengikuti event-event di tingkat kabupaten, tingkat provinsi, bahkan di tingkat Dikranas Pusat. Tak hanya itu, hasil kerajinan tersebut juga sudah dipasarkan ke negara luar yang sudah menjadi langganan seperti Jepang, China dan juga Malaysia.

“Memiliki karya cipta adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi kita sebagai rakyat Indonesia, khususnya di daerah Kabupaten Aceh Timur. Ini berlum tentu dimiliki didaerah lain maupun di negara luar. Karya seni dan ide-ide kreatif seperti inilah yang harus kita tingkatkan dan terus dikembangkan,” sebut Wiwik.

Sementara itu, Khadijah ketua kelompok home industri mengatakan, kreasi rumahan ini diberi nama kelompok Usaha Bungong Kireh (UBK). “Usaha ini dimulai sejak Tahun 1989, dengan bahan dasar daun pandan khusus untuk anyaman, seperti pembuatan tudung saji, tikar, dompet, tempat pisau, alas duduk, telapak meja dari bahan pandan duri khusus, dan berbagai hasil kerajinan lainnya,” kata Khadijah.[](ihn)

Baca juga: