BANDA ACEH – Pertemuan Ketua Umum DPA PA Muzakir Manaf dengan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menjadi perhatian publik baru-baru ini. Banyak yang mempertanyakan isi dari pertemuan tertutup tersebut apakah terkait dengan arah dukungan atau pun hanya sebatas silaturahmi biasa.

Peneliti Jaringan Survei Inisiatif (JSI) Aryos Nivada mengatakan, kabar terkait PKB akan menarik dukungannya dari paslon Irwandi-Nova baru sebatas isu dan belum ada yang tahu pasti kebenarannya.

“Itu kan hanya isu, belum bisa dibenarkan,” ucap Aryos yang dihubungi portalsatu.com, Sabtu 27 Agustus 2016.

Ia pun mengkalkulasi berbagai logika politik dan kemungkinan yang realistis terkait dengan hal tersebut. Menurut Aryos, tidak mungkin Irwandi berani maju melalui jalur parpol jika persiapan yang dibangun belum rapi dan matang.

“Tidak mungkin Irwandi maju tanpa persiapan yang matang,” kata penulis buku “Rekam Jejak Pemilu 2014” ini.

Ia mengatakan, perbedaan pendapat antara DPW dan DPP PKB harus disikapi profesional dan realistis oleh kader PKB sendiri. Menurut dia, ranah keputusan arah dukungan tetap ada pada DPP, sedangkan DPW hanya sebatas mengikuti keputusan pusat.

“Sebenarnya simpel saja, kalau kader PKB tidak taat pada keputusan partai maka secara otomatis loyalitas kader tersebut harus dipertanyakan,” ucapnya.

Diberitalan sebelumnya, Ketua DPW PKB Aceh Irmawan berkomitmen untuk mendukung Muzakir Manaf sebagai calon gubernur Aceh. Sementara DPP PKB memutuskan untuk memberi dukungan kepada Irwandi.[]