CALIFORNIA – Setelah serangan teroris pada tanggal 2 Desember 2015, kaum muslim di San Bernardino County kerap mengalami perlakuan diskriminatif. Namun Zarifeh Shalabi mencoba melunturkan stigma negatif terhadap umat Islam dengan menjadi (prom queen), ratu pesta dansa di SMA-nya.
Dilansir The Huffington Post 5 Mei 2016, gadis muda ini dinobatkan sebagai prom queen Summit High School pada tanggal di Fontana, California. Sekolah ini hanya berjarak beberapa mil dari tempat serangan teroris San Bernardino.
Ketika pemilihan prom queen diumumkan, teman-teman Shalabi yang kebanyakan non-muslim langsung merencanakan kampanye untuknya. “Kami melihatnya sebagai kesempatan untuk melakukan sesuatu yang baik, untuk mewakili sesuatu yang baik,” tutur Sarahi Sanchez, salah satu kawan Shalabi kepada New York Times. “Ini adalah cara untuk membuktikan kalau kita tidak mendukung intimidasi atau rasisme.”
Perlakuan rasis memang sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Shalabi dan komunitas muslim di sana. Karena itulah orangtua Shalabi sangat membatasi pergaulan putrinya. Shalabi bahkan tak pernah menghadiri pesta dansa atau menginap di rumah kawannya.
“Beberapa orang membenci Muslim. Beberapa orang melihat semua Muslim sebagai teroris, meskipun terorisme bukanlah agama,” kata Shalabi kepada CBS.
Setelah dinominasikan sebagai kandidat ratu pesta dansa, barulah orang tuanya memberikan izin untuk menghadiri pesta. Dia menghabiskan malam dengan berdansa bertema kawan-kawan wanitanya. Sebelum acara berakhir, namanya disebutkan sebagai ratu pesta dansa tahun ini. “Ketika mereka menyebutkan nama saya, saya benar-benar terkejut,” kenang Shalabi.
“Saya tidak seperti apa yang mereka pikirkan tentang ratu pesta dansa. Menurut saya kita memiliki sesuatu untuk diajarkan kepada seluruh negara ini, dan itu membuat saya sangat bangga,” katanya.[]Sumber:merdeka.com

