ACEH UTARA – Sapiah (56), warga Gampong Ule Blang, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, menghuni gubuk reot bertahan hidup penuh penderitaan. Kapolres Aceh Utara datang membawa bantuan menjelang Ramadan.
Pantauan portalsatu.com/, Selasa, 21 Maret 2023, gubuk Sapiah berukuran 3×6 meter beratap seng dan sebagian daun rumbia, lantai tanah, dinding kayu sudah lapuk dan bolong-bolong. Gubuk itu memiliki satu kamar tidur, sisanya ruang tamu dan dapur.
Sapiah mengasapi dapur dengan kayu bakar. Janda miskin itu tidak mampu membeli kompor gas. Dia juga tak punya uang untuk membuat sumur sebagai sumber air bersih. Sapiah terpaksa mengambil air parit di belakang rumahnya untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, saat ini parit sedang berlumpur, sehingga perempuan paruh baya tersebut tidak dapat memperoleh air sebagaimana biasanya.
“Saya sudah sembilan tahun tinggal di rumah ini, sejak masih ada almarhum suami saya. Selama menempati rumah ini, saya sudah bertahun-tahun mengkonsumsi air parit (setelah dimasak), karena tidak sanggup mengupah gali sumur, tak ada biaya. Untuk kebutuhan sehari-hari saja sulit,” ujar Sapiah.
Sapiah tidak punya sawah untuk menanam padi. Untuk biaya hidup, dia bekerja tung upah mengupas pinang orang lain di gampong itu. “Terkadang saya hanya mendapat upah Rp30 ribu, cukup buat beli beras satu bambu atau sekitar 1,8 kilogram. Itupun kalau ada yang menyuruh mengupas pinang. Jika ada Bantuan Langsung Tunai (BLT) saya manfaatkan untuk beli beras yang lebih banyak dari itu,” tutur dia.
Dia saat ini tinggal bersama salah satu anaknya, Erawati (24), di gubuk derita itu. Tiga anak Sapiah lainnya sudah menikah.
“Jauh sebelumnya sudah beberapa kali ada pihak yang mengambil foto kondisi rumah saya ini dengan harapan dibangun rumah layak. Tapi, sampai sekarang tidak ada bantuan untuk pembangunan rumah,” ungkap Sapiah saat menunggu tamu.
Tamu itu adalah Kapolres Aceh Utara, AKBP Deden Heksaputera, yang menyambangi Sapiah dengan membawa sejumlah bantuan. Kapolres bersama rombongan langsung masuk ke dalam gubuk Sapiah dan melihat kondisi memprihatinkan. Lalu, Kapolres menyerahkan bantuan perlengkapan dapur berupa satu kompor gas, dispenser air minum, peralatan memasak nasi, sembako, dan sejumlah uang tunai diterima langsung Sapiah. Kapolres juga menghadiahkan Alquran kepada warga duafa itu.
“Dalam waktu dekat kami akan melakukan program bedah rumah swadaya jajaran Polres untuk Ibu Sapiah yang sudah menjanda sekitar dua tahun, karena suaminya meninggal dunia. Kami menemukan rumah ini sejak tiga pekan lalu dalam kondisinya saat itu tidak ada listrik, tidak ada sumber air bersih, sangat memprihatinkan,” ujar Kapolres Deden Heksaputera.
Deden menyebut saat itu pihaknya langsung berkoordinasi dengan PLN, sehingga kini gubuk Sapiah sudah dilengkapi listrik.
“Yang cukup miris kondisi air yang digunakan selama ini tidak layak konsumsi yaitu air parit, juga dimanfaatkan untuk mandi dan sebagainya. Maka kami tergerak hati untuk membantu, meringankan beban Ibu Sapiah,” tutur Deden yang dalam kunjungan itu didampingi Wakapolres Aceh Utara, Kompol Syukrif I Panigoro, Kabag Ops Kompol Firdaus Jufrida, Kasat Reskrim AKP Agus Riwayanto Diputra, dan Kasat Intelkam AKP Imran.
Sapiah mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Aceh Utara yang berkunjung dan memberikan sejumlah bantuan. “Saya senang sekali ada yang membantu, karena selama ini serba kekurangan. Kompor gas saja saya tidak punya, apalagi peralatan lain,” ujar Sapiah didampingi Keuchik Gampong Ule Blang, Zulkifli.
“Berkat uluran tangan Pak Kapolres, sudah ada sumur galian di samping rumah, sehingga saya sudah mendapatkan sumber air bersih. Alhamdulillah,” ucap Sapiah.[]






