JANTHO – Menjelang pilkada 15 Februari 2017, paslon nomor 2 calon Bupati Aceh Besar Saifuddin Yahya-Juanda Djamal terus melakukan kampanye hingga Sabtu, 11 Fabruari 2017 pukul 00.00 WIB dini hari. Kampanye dilakukan, baik secara terbuka maupun dari pintu ke pintu untuk meraih suara.
Ketua tim pemenangan Saifuddin Yahya (Pak Cek) -Juanda Djamal, Hasballah, mengatakan para tim sukses yang terdiri dari Partai Aceh dan koalisi, KPA dan relawan yang jumlahnya ribuan orang terus melakukan kampanye dengan berbagai bentuk seperti yang ditetapkan KIP Aceh.
“Kita selalu melakukan aksi simpatik kepada masyarakat untuk menjaring suara secara benar dan menghindari fitnah dan pelanggaran lainnya,” ujar Hasballah kepada media, Sabtu, 11 Februari 2017.
Dikatakan Hasballah, akibat kampanye simpati dan ketokohan Pak Cek tersebut, ratusan warga yang sebelumnya berlawanan politik alias bukan pendukung “Pasangan Merah” kini beralih mendukung memenangkan Pak Cek untuk bupati periode 2017-2022.
“Ratusan masyarakat beberapa minggu ini sudah mendukung dan berikrar siap membela tim “Pasangan Merah”, baik secara pribadi, timses, maupun anggota partai (bukan partai koalisi ),” ujar Hasballah.
Misalnya, puluhan warga Gampông Miruk Lamreudep, Kecamatan Baitussalam sebelumnya berseberangan dengan Pak Cek bahkan ketua tim di daerah kompleksnya itu yang anggotanya puluhan orang dengan ikhlas siap mendukung dan memenangkan Pak Cek.
“Pak Cek, mulai hari ini saya siap memenangkan Bapak untuk menjadi Bupati Aceh Besar 2017-2022,” ujar Samsul Rijal saat menjabat tangan mantan Wakil Panglima GAM Aceh Besar itu disaksikan sejumlah tokoh masyarakat setempat dengan terharu.
Samsul Rijal membawa puluhan anggota timnya untuk mengikrarkan diri mengantarkan Pak Cek menuju kursi kemenangan. Mereka berharap banyak kepada Pak Cek.
“Kami berharap Pak Cek menjadi pemimpin yang adil, memelihara anak yatim, fakir miskim, korban konflik, dan kaum duafa,” ujar Rohani warga kompleks ADB, Gampông Miruk Lamreudep.
Sementara itu, mantan Wakil Partai Golkar Kecamatan Suka Makmur Geuchik Daud yang juga Imum Mukim Anek Batee, sebulan lalu masih menjadi tim lawan kini dengan iklas mendukung Pak Cek.
“Kami siap menjadi pendukung “Pasangan Merah”,” ujar Geuchik Daud yang dipecat partai golkar, seraya Pak Cek memakai baju Partai Aceh sebagai bentuk bergabung ke Pak Cek.[] (rel)

