SUBULUSSALAM – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Subulussalam diingatkan dapat menjaga netralitas dan menghindari politik praktis saat pilkada serentak pada November mendatang.

Peringatan itu disampaikan Pj Wali Kota Subulussalam, Azhari, S. Ag, M.Si saat bertindak sebagai pembina apel di Setdako dihadiri seribuan ASN, Sekda, para kepala SKPK, Asisten, Staf Ahli, Kabag Setdako dan para camat, Senin, 20 Mei 2024.

“Netralitas ASN harus dikedepankan, dalam rangka untuk memajukan daerah ini menjadi lebih baik lagi,” kata Azhari.

Mantan Kadis UKM Aceh ini bilang dalam diri ASN terdapat Emotional Quotients (EQ) tidak menyakiti dan menyengsarakan orang lain, dan memperjuangkan nilai-nilai kejujuran.

Karena itu sebagai ASN, kata Azhari, tidak boleh berafiliasi dengan kepentingan – kepentingan partai politik, kepentingan praktis dan sebagainya, karena itu bertentangan dengan kode etik ASN itu sendiri.

Sebagai ASN yang diberikan amanah menjabat Pj Wali Kota Subulussalam, Azhari mengaku tegak lurus dan menjaga independensi, karena tugas yang diembannya merupakan perintah negara melalui Gubernur Aceh bukan petugas dari partai politik.

“Saya tegak lurus, saya tetap mengedepankan kepentingan bangsa, karena saya ditugaskan oleh Gubernur, bukan ditugaskan partai politik, saya bukan ditugaskan oleh orang-orang partai politik,  saya ditugaskan oleh pemerintah RI dalam rangka untuk melaksanakan apa yang menjadi misi Pj wali kota,” tegas Azhari.

“Jadi kalau kita ASN harus berpegang teguh kode etik itu, memegang teguh independensi etik yang berpihak kepada nilai kebenaran,” sambung Ketua Korp Alumni UIN Ar-Raniry ini.[]