BANDA ACEH – Menjelang Ramadan, Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy untuk fokus membenahi jaringan pipa yang bermasalah ke rumah-rumah warga. Hal ini agar air dapat mengalir secara baik di saat warga beribadah nantinya.
Demikian disampaikan Illiza saat meninjau perbaikan jaringan pipa PDAM di Jalan Anggrek, Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kamis, 2 Juni 2016. Hujan gerimis tak menghalangi niat Illiza untuk melihat secara dekat aktivitas Tim Reaksi Cepat PDAM Tirta Daroy yang memperbaiki jaringan pipa keluhan warga.
Di sana, petugas PDAM memindahkan beberapa sambungan pipa dari rumah pelanggan ke pipa induk yang baru dipasang beberapa hari lalu. Di sela-sela proses perbaikan, Illiza turut menampung keluhan dan masukan dari sejumlah warga Lampulo terkait air bersih. Turut hadir di lokasi, Dirut PDAM Tirta Daroy T Novizal Aiyub, Kabag Humas Setdako Banda Aceh Wirzaini Usman, dan sejumlah pejabat lainnya.
Menyahuti keluhan warga yang masih kesulitan mendapatkan air bersih, Illiza meminta Dirut PDAM untuk fokus membenahi jaringan pipa yang bermasalah, baik yang tumpang tindih maupun bocor.
Menjelang bulan puasa yang tinggal beberapa hari lagi, pastikan distribusi air bersih lancar ke rumah-rumah warga. Fokus perbaiki jaringan yang bermasalah, kata Illiza kepada Dirut PDAM, seraya mengimbau warga untuk segera melapor kepada petugas PDAM jika masih mengalami kendala.
Dia mengatakan keluhan juga bisa disampaikan melalui SMS layanan pengaduan masyarakat ke nomor telepon 0811683005. “Nanti akan kita proses segera dengan menurunkan tim ke lapangan, kata Illiza.
Menurutnya, Pemko Banda Aceh juga telah menyiapkan mobil tangki air bersih untuk mengantisipasi persoalan air bersih selama bulan puasa nanti. Senada dengan Illiza, Dirut PDAM Tirta Daroy T Novizal Aiyub mengharapkan warga untuk tidak mengundur-undur laporan terkait distribusi air bersih.
Semakin lama kita dapatkan laporan, maka akan semakin mempersulit proses perbaikannya, katanya.
Perihal masih banyak warga yang menyambung satu jaringan PDAM ke dua pipa induk yang ada di kawasan tersebut, ia menyebutkan jika hal itu bisa membantu warga dan menjadi solusi alternatif untuk sementara waktu, maka pihaknya tidak akan mempermasalahkannya. Namun ke depan tentu akan kita perbaiki sesuai aturan yang berlaku.
Ia menambahkan, tanpa kebocoran atau kehilangan air yang angkanya masih cukup besar, jumlah produksi air PDAM Tirta Daroy yang mencapai dua juta kubik per bulan. Angka ini menurutnya sudah mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga Banda Aceh.
Angka kebocoran atau kehilangan air ini yang terus kita tekan seminimal mungkin, sehingga air dapat didistribusikan secara merata. Hal ini tidak bisa kita selesaikan sekaligus mengingat keterbatasan anggaran, tapi harus secara bertahap dan per zona yang telah kita bagi, katanya.
Menurut T Novrizal, kualitas air PDAM Tirta Daroy juga sudah layak minum. Namun jika di sejumlah kawasan atau pada waktu tertentu warga mendapatkan airnya kotor dan berbau, itu disebabkan oleh kebocoran pipa yang menyebabkan tanah, lumpur, maupun limbah bercampur dengan air dari PDAM.
“Dengan kerja keras dan dukungan semua pihak terkait termasuk masyarakat, kami optimis distribusi air bersih berkulaitas layak minum di Banda Aceh dapat mencapai 100 persen, dari angka 84 persen saat ini, katanya.[](adv)


