ACEH UTARA – Ramai jemaah memadati Masjid Agung Baiturahim Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, untuk melaksanakan salat Iduladha 1442 Hijriah, Selasa, 20 Juli 2021.
Jemaah berdatangan ke masjid sejak pukul 06.30 WIB, dan salat pukul 07.30 WIB dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Salat Iduladha diimami Imam Besar Masjid Baiturahim Lhoksukon, Tgk. Jamaluddin Ismail akrab disapa Tgk. Walidi, dan bertindak sebagai khatib, Tgk. H. Fauzi Ilyas, Pimpinan Dayah Babul Huda, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara.
Dalam khutbahnya, Tgk. Fauzi Ilyas, menyampaikan bahwa Hari Raya Iduladha merupakan gambaran ataupun iktibar kepada kaum musmilin akan hari raya yang lebih besar lagi, yaitu hari kiamat. Dimana kondisi manusia dalam dunia tidak ubahnya seperti pada hari akhirat atau kiamat nanti.
“Sebagaimana kita melihat seperti hari ini, berbondong-bondong datang ke masjid untuk membesarkan asma Allah dan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kita berdatangan ke masjid dengan sangat beragam, hari ini ada yang bergembira dan juga ada yang susah maupun gelisah. Sebagian manusia ada yang berjalan kaki, menggunakan kenderaan sepeda motor dan mobil untuk menuju masjid guna melaksanakan salat Hari Raya Iduladha,” kata Tgk. Fauzi.
Artinya, lanjut Tgk. Fauzi, berbagai macam corak manusia hari ini yang datang ke masjid untuk melaksanakan salat pada hari raya kurban. Begitu juga pada hari kiamat atau di padang mahsyar nanti. “Pada hari kiamat ada manusia yang senang dan gembira, juga ada orang-orang dalam kondisi kegundahan atau gelisah”.
“Saat hari kiamat di padang mahsyar nanti juga ada manusia yang berjalan kaki maupun yang menggunakan kenderaan, itu menurut kadar amal ibadah masing-masing ketika berada di dalam dunia ini. Oleh karenanya, mari perbanyaklah amal ibadah kita dan terlebih pada Hari Raya Iduladha dengan berkurban,” ujar Tgk. Fauzi.
Tgk. Fauzi mengajak umat muslim bersedekah dan membantu antarsesama bagi yang membutuhkan sebanyak-banyaknya. Saat Iduladha, amalan khusus yang tidak ada pada waktu yang lain adalah berkurban, dan sangat besar pahalanya. Berkurban adalah sunah muakad yang sangat dianjurkan bagi umat muslim.
“Jika ada seorang keluarga di rumah kita yang mampu melaksanakan atau menyembelih hewan kurban, juga akan mendapat pahala kurban bagi anggota keluarga yang lainnya. Artinya, kurban tetap harus perorangan. Sedangkan kurban untuk satu keluarga, maksudnya pahalanya sampai untuk dirinya dan keluarganya. Yang melaksanakan kurban satu orang, tetapi sekeluarga kebagian pahala dan keberkahannya,” ungkap Tgk. Fauzi.
Sementara itu, usai salat Iduladha, dilanjutkan penyembelihan hewan kurban di halaman Masjid Baiturrahim Lhoksukon.[]




