ACEH UTARA – Di atas aliran Krueng Keureuto, sebuah jembatan gantung berwarna merah-putih membentang dari Gampong Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas, menuju Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara.
Jembatan itu belum sepenuhnya selesai. Beberapa bagian masih membutuhkan sentuhan akhir. Namun, bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan akses, jembatan itu sudah terasa seperti sebuah perubahan besar.
Dari atas jembatan, hamparan pepohonan hijau tampak mengelilingi kawasan tersebut. Di bawahnya, air Krueng Keureuto yang mengalir menjadi bagian dari keseharian warga. Di sisi lain, anak-anak yang selama ini harus berjuang menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah kini memiliki jalur yang jauh lebih mudah dan aman.
Pembangunan jembatan gantung atau jembatan perintis yang dikerjakan jajaran Kodim 0103 Aceh Utara itu, kini telah mencapai sekitar 95 persen. Ini merupakan program strategis TNI Angkatan Darat dalam membuka akses infrastruktur di wilayah yang membutuhkan.
Jembatan tersebut dirancang memiliki panjang sekitar 170 meter dengan lebar sekitar 1,2 meter. Kehadirannya diharapkan tidak hanya menjadi akses bagi anak-anak sekolah, tetapi juga membuka hubungan yang lebih mudah bagi masyarakat kedua gampong, termasuk para petani. Pagar di sisi kanan dan kiri memberikan batas sekaligus pengaman bagi orang yang melintas.
Selama bertahun-tahun, Krueng Keureuto menjadi bagian dari perjalanan anak-anak Gampong Plu Pakam menuju sekolah. Sekitar 40 siswa dari gampong tersebut harus menyeberangi Krueng Keureuto untuk menuju SD Negeri 7 Paya Bakong yang berada di Gampong Blang Pante.
Perjalanan menuju ruang kelas bagi anak-anak itu bukan sekadar soal jarak. Sungai yang memisahkan dua wilayah menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika kondisi air berubah akibat hujan atau debit sungai meningkat.
Namun, kini pemandangan itu perlahan berubah. Jembatan gantung yang membentang di atas sungai memberikan jalur darat bagi masyarakat. Anak-anak tidak lagi harus menjadikan sungai sebagai bagian dari rute perjalanan mereka ke sekolah. Pagi yang sebelumnya dimulai dengan memikirkan bagaimana menyeberangi sungai, kini dapat dilalui dengan berjalan di atas jembatan.
Kepala Dusun Biram, Gampong Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas, Nariman, mengatakan pembangunan jembatan tersebut saat ini telah mencapai sekitar 95 persen. Lantai jembatan juga sudah terpasang dan telah menghubungkan Gampong Plu Pakam dengan Gampong Blang Pante.
“Kalau kita lihat tinggal dilakukan finishing oleh pihak Kodim, juga akan dilakukan penimbunan pada bagian fondasi cakar untuk menjadi lebih padat dan rapi,” kata Nariman kepada portalsatu.com, Rabu, 23 September 2026.
Menurut Nariman, dari kondisi jembatan yang terlihat, akses tersebut mulai memberikan gambaran bagaimana masyarakat nantinya akan menggunakan jalur penghubung tersebut. Masyarakat sangat senang dengan pembangunan jembatan tersebut. Selain membantu anak-anak yang selama bertahun-tahun harus menyeberangi sungai untuk bersekolah, keberadaan jembatan juga akan mempermudah aktivitas masyarakat.
“Petani akan memiliki akses yang lebih mudah untuk menjalankan aktivitas mereka antargampong. Dengan adanya jembatan gantung seperti ini, tentunya masyarakat akan lebih mudah dalam beraktivitas,” ujar Nariman.
Nariman menyebut bahwa masyarakat Plu Pakam juga berharap ke depan pemerintah daerah dapat membangun jembatan permanen di lokasi tersebut.
“Kita juga berharap ke depan bisa terwujud adanya pembangunan jembatan permanen melalui Pemkab Aceh Utara,” katanya.
Di tengah kawasan yang masih hijau dan asri, jembatan merah-putih itu kini menjadi pemandangan baru. Beberapa anak terlihat berada di atas jembatan bersama Nariman. Mereka berdiri di antara pagar pengaman, menikmati ruang yang sebelumnya dipisahkan oleh aliran sungai. Wajah anak-anak itu tampak gembira kehadiran jembatan tersebut.
“Bagi kami orang tua, jembatan berarti akses yang lebih mudah bagi anak-anak, yang sebelumnya puluhan tahun terhalang Krueng Keureuto antara kedua gampong,” ucap Nariman.[]







