Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaJembatan Ini Runtuh...

Jembatan Ini Runtuh Diseret Arus Sungai

MEULABOH – Jembatan Ulee Raket berkonstruksi rangka baja menghubungkan Kecamatan Kaway XVI-Pante Ceureumen, Aceh Barat, runtuh karena terseret arus sungai yang deras, Senin, 12 November 2018, dini hari.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Maimun, Senin, mengatakan kondisi jembatan itu sudah lama rusak dan terus tergerus derasnya air sungai. Namun tidak ada korban dalam kejadian itu.
 
“Penanganan darurat tidak bisa kita lakukan karena jembatan itu panjang dan secara fisik memang sudah tidak bisa digunakan lagi oleh masyarakat. Apalagi sudah ada garis polisi yang menandakan sudah tidak boleh dilintasi,” katanya.

Jembatan Ulee Raket sepanjang 150 meter itu berada di wilayah Desa Sawang Teubee, Kecamatan Kaway XVI yang menghubungkan Pante Ceureumen.  

Sebelum jembatan itu runtuh, kondisi badan jalan di abutment  (bangunan bawah jembatan yang terletak pada kedua ujung pilar jembatan) hanya tersisa sekitar 2,5 meter. Sudah beberapa kali mobil jatuh ke bawah tebing jembatan itu.

Jhon Sabri, warga Pante Ceureumen, menyampaikan bahwa saat ini warga harus menggunakan jalur alternatif atau jembatan gantung lewat Desa Pasie Jeumpa sehingga membutuhkan jarak tempuh yang lumayan jauh.

“Warga yang hendak menuju Kecamatan Pante Cereumen atau dari Pante Cermen tujuan ke Meulaboh harus melewati jalan alternatif jembatan gantung di desa lain, atau pun lewat jalan lingkar dari Kecamatan Meureubo,” katanya.

Warga Desa Sawang Teubee sudah sering melakukan upaya perbaikan darurat secara swadaya. Malahan pernah menanam pohon pisang di atas abutment jembatan yang sudah berlubang itu sebagai tanda, untuk menghindarkan warga dari kecelakaan.

Akan tetapi, usaha warga setempat hanya sebatas menekan risiko para pelintas terjatuh ketika lewat, terutama pada malam hari, mengingat jembatan tersebut urat nadi transportasi masyarakat dari desa ke kota.

Berdasarkan informasi, sudah beberapa kali dilakukan pengusulan kepada pemerintah terkait untuk membangun lagi konstruksi jembatan. Pada dua tahun lalu pernah dilakukan pembangunan tebing dan abutment,  tetapi tidak efektif karena kondisi sungai yang deras terus menggerus.

Banyak pula warga setempat berkomentar tentang perlunya pemindahan lokasi jembatan ke tempat lain yang lebih aman atau alur sungainya yang diluruskan.

Reporter: Anwar.[]Sumber: antaranews.com

Baca juga: