ACEH UTARA – Sekretaris Komisi IV DPRA, Tarmizi alias Panyang, mengatakan Jembatan Sawang di Desa Sawang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, kondisinya kini miring akibat beberapa kali dihantam banjir. Teranyar, jembatan menghubungkan Aceh Utara dan Bireuen itu diterjang arus deras Sungai Sawang saat terjadi banjir pada 10 Oktober 2023.

Tarmizi Panyang dan masyarakat setempat merasa khawatir jembatan tersebut akan ambruk jika kembali dihantam arus deras Sungai Sawang. Itulah sebabnya, Tarmizi Panyang berharap Pemerintah Aceh segera melakukan penanganan tanggap darurat normalisasi sungai. Selanjutnya, membangun kembali atau memperbaiki Jembatan Sawang.

“Harapan masyarakat, pemerintah bisa melakukan normalisasi Sungai (Sawang) pada akhir tahun 2023 ini dengan dana tanggap darurat. Setelah itu, masyarakat berharap pemerintah dapat merealisasikan Jembatan Sawang pada tahun 2024,” kata Tarmizi Panyang kepada para wartawan di Sawang, Aceh Utara, Ahad, 29 Oktober 2023, sore.

Tarmizi Panyang menyebut Jembatan Sawang dibangun tahun 1999 atau sudah berusia 24 tahun dan sudah berulang kali dihantam banjir. “Saat jembatan itu dibangun tahun 1999 menghabiskan anggaran sekitar Rp40 miliar. Untuk merealisasikan Jembatan Sawang saat ini mungkin butuh dana sekitar Rp50 miliar, tentu dinas terkait yang lebih paham saat membuat perencanaan,” ujar putra Sawang ini.

Dia berharap Pj. Gubernur Aceh dapat melobi Pemerintah pusat agar mengucurkan APBN terkait Instruksi Presiden (Inpres) untuk pembangunan Jembatan Sawang itu. “Untuk normalisasi sungai melalui dana tanggap darurat juga perlu turun tangan Pj. Gubernur,” ucap Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh Daerah Pemilihan Aceh Utara dan Lhokseumawe itu.

Tarmizi Panyang mengapresiasi pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh yang telah menurunkan tim ke Jembatan Sawang, Sabtu (28/10) kemarin. Tim itu dipimpin Sekretaris Dinas PUPR Aceh atas penugasan dari Kadis. Tarmizi Panyang bersama dua anggota Komisi IV DPRA, Ilham Akbar (Golkar) dan Syamsyuri (Nasdem), Kadis PUPR Aceh Utara, Jaffar, dan unsur Muspika Sawang mendampingi tim Dinas PUPR Aceh yang turun ke jembatan tersebut.

“Kita apresiasi Dinas PUPR Aceh, mitra kerja Komisi IV DPRA, yang sudah meninjau langsung jembatan itu kemarin. Kita harapkan ada tindak lanjut terhadap jembatan yang menghubungkan Aceh Utara dan Bireuen itu, termasuk normalisasi sungai yang sudah sangat mendesak,” tutur Tarmizi Panyang.

Tarmizi Panyang menambahkan Pj. Bupati Aceh Utara Mahyuzar juga sudah meninjau Jembatan Sawang, 11 Oktober 2023, sehari pascabanjir menerjang jembatan itu. Menurut dia, Pj. Bupati Aceh Utara kemudian menyurati Pemerintah Aceh untuk membantu menangani persoalan Jembatan Sawang.

Sebelumnya, Tarmizi Panyang sudah menyuarakan harapan masyarakat terkait persoalan Jembatan Sawang dalam rapat paripurna DPRA tentang penyampaian LPJ Gubernur Aceh tahun 2022. Rapat paripurna itu dihadiri Penjabat Gubernur Aceh diwakili Asisten I Pemerintah Aceh, Azwardi.

“Pak Azwardi sudah paham dengan kondisi Kecamatan Sawang, karena saat menjabat Pj. Bupati Aceh Utara, beliau beberapa kali mengunjungi Sawang. Namun, dalam bulan ini (10 Oktober), Jembatan Sawang kembali dihantam banjir sehingga jadi miring dan terancam ambruk. Maka kita berharap Pemerintah Aceh segera melakukan penanganan sebelum jembatan itu roboh,” ujar Tarmizi Panyang.[](red)