LHOKSUKON Banjir yang merendam 12 gampong di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara mulai surut sejak malam tadi. Saat ini masyarakat sedang membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir.
Sejak semalam banjir mulai surut, bahkan saat ini sudah surut total. Masyarakat saat ini sibuk membersihkan rumah dari lumpur yang melekat sisa banjir. Meski surut, kemungkinan akan banjir susulan itu selalu ada, kata M. Nasir, Geuchik Gampong Hagu, Matangkuli, dihubungi portalsatu.com, Sabtu, 15 April 2017.
Mewakili warganya, Nasir berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera mencari solusi sebagai upaya pencegahan banjir. Jika memang belum bisa dibangun tanggul sungai, maka lakukanlah normalisasi. Meski tidak bisa mencegah, setidaknya bisa mengurangi. Jangan sedikit hujan, langsung banjir. Kasihan warga di sini, sebentar-sebentar banjir, ujarnya.
Ia menambahkan, kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Matangkuli hanya memiliki tanggul sebelah. Itu kan aneh, masak iya tanggul sungai hanya sebelah. Jika dilihat dari Gampong Hagu, maka sebelah kanan sungai tidak ada tanggul. Makanya saat air kiriman dari Bener Meriah datang, langsung meluap ke pemukiman warga, terangnya.
Menurut M Nasir, kondisi itu tidak hanya menyulitkan masyarakat, namun juga merugikan. Banyak lahan masyarakat dibiarkan kosong dan terbengkalai karena memang tidak bisa ditanami. Bagaimana mungkin bisa tanam aneka pohon bermanfaat, jika sebentar-bentar banjir, pungkasnya.
Seperti yang diketahui, Sebanyak 12 gampong di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara direndan banjir, Jumat, 14 April 2017. Banjir terjadi akibat meluapnya Krueng (sungai) Keuretoe karena curah hujan tinggi di kawasan pegunungan Bener Meriah.
Masing – masing, Gampong Alue Entoek, Tanjong Tgk Kari, Teungoh Seulemak, Tumpok Barat, Hagu, Alue Thoe, Siren, Lawang, Cibrek, Tanjong Haji Muda, Meunasah Meuria dan sebagian Gampong Mee.[]

