LANGSA – Pada bulan puasa Ramadan ini, aneka penganan berbuka meramaikan sejumlah jalan dan sudut Kota Langsa terutama di Jalan Ahmad Yani. Namun, ada beberapa jenis minuman dan makanan yang paling diminati masyarakat dan paling laris terjual, seperti es malaysia dan es boger serta sejumlah menu minuman segar lain.

Salah satu pedagang, Dedek (38) menjelaskan, menjual minuman segar dingin dengan berbagai menu di bulan Ramadan ini baginya bukanlah hal baru. Menurutnya, sudah sangat lama Ia menekuni dagangan tersebut bahkan menjadi penghasilannya di setiap Ramadhan.

“Saya sudah enam tahun jualan minuman segar yang terbuat dari buah-buhan dengan berbagai jenis minuman, Dan selama Ramadan saya pun penghasilannya di sini, alhamdulillah lakunya lumayan ya,” kata Dedek kepada portalsatu.com, Kamis 9 Juni 2016 sore.

Dijelaskannya lagi, mimunan segar yang paling disukai banyak masyarakat yaitu es malaysia atau es johor. Selain itu ada delapan jenis minuman lain yang tersedia seperti es puding melon, es teler medan, es mangga, es boger, es puding durian, es buah dan es jeruk mandarin.

“Namun yang paling diminati habis terjual tiap hari es malaysia,” ujar Dedek, seraya mengaku resep es malaysia itu adalah hasil karyanya setelah lama mempelajari dari teman bisnisnya asal negeri jiran Malaysia saat berjualan di Medan Sumatra Utara.

Menurutnya, walaupun pembeli lumanyan banyak dan ada yang sudah berlangganan dengannya setiap bulan puasa, namun harganya jual tetap sama seperti di tahun-tahun sebelumnya.

“Harga satu porsi kami jual 5000 Rupiah untuk semua jenis minuman,” ungkapnya.

Menurut pria yang bertubuh besar tersebut, dari hasil dagangan di bulan Ramadhan tersebut ia mampu meraup keuntungan jutaan Rupiah hanya dua jam saja berjualan.

“Alhamdulillah, penghasilannya lumayan setiap hari kami mencapai 3 juta Rupiah, dan terkadang lebih dari itu,” jelas Dedek.

Namun kata dia, rezeki itu kan dari Allah SWT, kita hanya berusaha di samping menjalankan ibadah puasa selama Ramadan.

“Ya, momen bulan Ramadhan di samping itu kita kan bisa berdagang,” kata Dedek di tengah kesibukannya.[]