LHOKSEUMAWE – Julian Sabri dan Nurul Mutia dinobatkan sebagai Inong dan Agam Duta Wisata Lhokseumawe tahun 2017 pada malam puncak pemilihan duta wisata di Hotel Lido Graha, Senin, 24 April 2017 malam. Keduanya tercatat sebagai mahasiswa Ilmu Administrasi Negara FISIP Unimal
Sementara posisi kedua diraih pasangan Ledia Fitri dan Muhammad Azhar dan juara tiga disematkan kepada Haris Fachrial.Sementara duta favorit jatuh kepada Muhammad Akil dan Gustika Rahayu. Hadir dalam agenda tahunan tersebut, Wali Kota Suaidi Yahya, Kadisparpora Zulkifi dan sejumlah pemerhati wisata.
Suadi berharap duta wisata mampu memberikan kontribusi besar dalam mempromosikan objek wisata halal di Lhokseumawe. Tidak hanya objek bahari, tetapi juga potensi-potensi wisata sejarah yang banyak tersebar di empat kecamatan.
Kita sedang melakukan pembenahan secara berjangka terhadap objek-objek wisata pantai. Tentunya sesuai dengan konsep wisata halal, sesuai syariat dan kearifal lokal masyarakat Aceh, ujar Suaidi.
Menurut Suaidi, Lhokseumawe merupakan wilayah yang dominan dilingkari pantai. Oleh sebab itu, pemerintah telah sepakat dan berkomitmen menjadikan Lhokseumawe sebagai salah satu daerah tujuan wisata bahari di Nusantara.
Selain itu, Pemko juga akan membenahi objek wisata Goa Jepang, Waduk Jeulikat dan kompleks Masjid Islamic Center untuk menarik kunjungan para wisatatawan dari luar daerah. Ini juga bagian dari pengembangan wisata halal Indonesia dan dunia yang sedang didengungkan Kemenpar, pungkasnya.[]


