Jusuf Kalla Tidak Akan Bayar Uang Tebusan ke Abu Sayyaf

JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla yakin 10 warga negara Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf akan bebas. “Inshaallah,” katanya di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timu, Ahad, 10 April 2016.

Kalla menjelaskan, pemerintah tidak akan membayar uang tebusan kepada Kelompok Abu Sayyaf. Menurut dia, negara tidak bisa menfasilitasi permintaan itu.

Terkait perusahaan kapal yang ingin membayar sandera, tutur Kalla, itu terserah mereka. “Kita tidak bisa larang,” katanya.

Namun, Kalla tidak menjelaskan bagaimana perkembangan untuk melepaskan sandera yang merupakan anak buah kapal itu. Alasannya, kata Kalla, dia belum mendapatkan informasi terbaru.

Sebelumnya, dua kapal berbendera Indonesia, Tug Boat Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12, dibajak di perairan Tawi-tawi, Filipina Selatan. Kedua kapal tersebut kemudian ditemukan di tempat terpisah di hari berbeda, sementara 10 WNI yang adalah anak buah kapal-kapal tersebut masih disandera.[]Sumber:tempo.co