BANDA ACEH – Kepala Dinas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Ir. T. Diauddin, mengungkap kapal asing yang melakukan ilegal fishing diperaian Indonesia khususnya Aceh akan diberantas dengan cara ditenggelamkan.
Hal ini terkait banyaknya kapal asing yang ditemukan melakukan ilegal fishing, salah satu kasusnya 2 unit kapal phukat berbendera Malaysia yang ditangkap Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo di perairan Selat Malaka.
“Jadi Alhamdulillah, ini penangkapan kita. Semua kapal asing yang ilegal fishing yang menggunakan alat penangkapan tidak ramah lingkungan dan termasuk kapal lokal juga kita berantas habis nanti,” kata Diauddin, Jum'at, 21 Juli 2017.
Untuk tahun 2017 ini dikatakan Diauddin, sudah ada beberapa kasus yang sama ditemukan.
“Sudah lumayan banyak, tempo hari di Langsa ada 4 unit, kemudian di Idi juga sudah kita lakukan penangkapan, dan juga kali ini setelah proses P21 kita akan tenggelam kan juga nanti ini,” katanya.
“Kalau untuk tahun 2017, berdasarkan catatan kami telah dilakukan penangkapan ada 5 buah kapal dan dengan ini menjadi 7 buah,” katanya lagi.
Langkah yang diambil tersebut dikatakan Diauddin merupakan program pemerintah pusat, melalui Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti serta program pemerintah daerah. Sehubungan dengan itu, Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh ini menjelaskan kedepannya patroli juga akan dilakukan bukan hanya dengan kapal motor.
“Malah suatu saat nanti, kita akan patroli bukan hanya dengan kapal di laut, tetapi juga dibantu pesawat nanti,” jelas Diauddin.
“Sehingga yang melakukan penangkapan ikan di daerah kita akan kita deteksi dan akan kita musnahkan semua,” jelasnya lagi.
Harapan dari dilakukannya tindakan tersebut dikatakan Diauddin sebagai pendorong program dalam menjaga ekosistem laut di perairan Indonesia, khususnya di Aceh.
“Jadi kita harapkan, dengan demikian hasil tangkapan nelayan lebih meningkat dan kemudian kita akan menjaga ekosistem laut yang berkelanjutan,” katanya.
“Tanpa ada kita jaga program ekosistem kelautan, tidak ada harapan program perikanan ke depan bisa berjalan dengan baik, ini program kita,” katanya lagi.[]




