BLANGKEJEREN – Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Gayo Lues menyebabkan 88 jembatan hancur di jalan lintas nasional, di jalan lintas Provinsi Aceh, dan di jalan lintas kabupaten. Akibat kejadian itu kerugian diperkirakan mencapai Rp192 miliar lebih.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gayo Lues, Chairuddin Kasiman, Minggu, 7 Desember 2025, mengatakan data itu masih sementara yang dikumpulkan tim PUPR Gayo Lues di lapangan.

“Itu masih data sementara, bisa saja nanti bertambah lagi. Karena yang menjadi persoalan sekarang, banyak desa belum bisa dihubungi lantaran jaringan putus. Sedangkan jika mau ke lokasi membutuhkan dua hari berjalan kaki, contohnya ke Kecamatan Pining,” kata Chairuddin.

Selain itu, lanjut Chairuddin, di wilayah Gayo Lues banyak badan jalan juga mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor. Data sementara dikumpulkan PUPR, sebanyak 24 ruas jalan rusak parah dengan kerugian mencapai Rp218 miliar lebih.

“Hari Selasa ini rencananya akan kita paparkan semua kerusakan pascabanjir dan tanah longsor kepada Bapak Wakil Presiden RI yang akan berkunjung ke Gayo Lues,” ujar Chairuddin.

Untuk penanganan jalan dan jembatan yang hancur diterjang banjir dan longsor, Kepala Dinas PUPR berharap agar pemerintah pusat membantu Kabupaten Gayo Lues, sehingga situasi bisa berangsur normal seperti sediakala.[]