BLANGKEJEREN – Data dampak banjir dan longsor di Kabupaten Gayo Lues masih belum akurat meskipun sudah masuk di hari ke-13 pascabencana. Beberapa daerah masih belum bisa diakses menggunakan kendaraan, dan jaringan internet juga putus total.
Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., Minggu malam, 7 Desember 2025, saat rapat dengan para Kepala SKPK, mengatakan data dari masing-masing desa atau kecamatan tidak perlu ditunggu. Tetapi harus dijemput supaya diketahui berapa rumah rusak, jembatan hanyut dan putus, serta berapa hektare lahan sawah dan perkebunan yang terdampak banjir dan longsor.
“Saya perintahkan kepada Pak Sekda agar segera membuat tim untuk menjemput data ke lapangan. Kita tidak bisa menunggu data yang dilaporkan oleh desa atau kecamatan, pemerintah pusat sudah meminta dengan segera,” katanya.
Seluruh PNS dan PPPK kata Bupati, harus dimanfaatkan menjemput data dan menyalurkan logistik, sehingga data cepat didapat, dan bantuan logistik cepat sampai kepada penerimanya.
“Kemarin sempat saya bilang kepada pemerintah pusat bahwa data kita masih bersifat sementata, karena kondisi jalan longsor masih belum bisa ditangani dan harus berjalan kaki selama dua hari. Sedangkan jaringan internet juga putus. Namun tidak mungkin alasan ini setiap saat kita sampaikan, makanya harus segera dijemput datanya,” ujar Suhaidi.
Bupati juga meminta kepada semua pihak agar terus berbuat dalam mengantarkan logistik, tidak perlu dipikirkan apakah bisa sampai atau tidak ke lokasi yang dituju, yang penting berusaha agar logistik bisa sampai.[]



