LHOKSEUMAWE – Mantan Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen Purn Soenarko, mengaku perihatin dengan nasib masyarakat Aceh. Menurutnya, pemerintahan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf (Zikir) gagal dalam mengatasi kesenjangan ekonomi masyarakat selama lima tahun ini.
Saya kecewa. Saya salah pilih. Dulu saya berharap dengan mereka maju sebagai gubernur dan wakil gubernur akan memberikan perubahan. Namun, semuanya omong kosong. Dulu mereka datang ke tempat saya dan saya pun menaruh harapan, tapi sia-sia, kata Soenarko kepada portalsatu.com di Lhokseumawe, Senin, 6 Februari 2017.
Mantan Danjen Kopassus ini juga menilai pembangunan Aceh cenderung stagnan dari periode sebelumnya pada saat Zikir berkuasa.
Awalnya saya tidak percaya, tapi saya membuktikan langsung dengan turun ke desa-desa dan hal itu memang benar terjadi. Mereka tidak amanah, kata Soenarko.
Menurut Soenarko, banyak amanah yang tidak dituntaskan rezim Zaini Abdullah. Dia juga mempertanyakan realisasi janji yang pernah disampaikan kepada masyarakat.
Contohnya masyarakat maju, makmur, mana buktinya? Saya malah berpendapat mereka malah membuat kasta di Aceh. Inikan tidak benar di negara yang demokrasi, kata Soenarko.
Melihat fenomena yang selama ini terjadi membuat Soenarko dan timnya enggan kembali mendukung calon petahana.
Saya dan teman-teman tidak lagi dukung calon itu. Kami sangat kecewa. Harapan yang kami tunggu tidak ada sama sekali. Saya datang ke Aceh akan menebus dosa saya kepada rakyat, ujar Soenarko.[]

