BANDA ACEH – Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, hanya sebagian kecil yang mengalokasikan Belanja Modal (BM) lebih besar dari Belanja Pegawai atau BP. Di antaranya, Subulussalam, Gayo Lues, Pidie Jaya, dan Aceh Jaya.

Hasil konfirmasi wartawan portalsatu.com Sudirman dengan Kasi Penyusunan Anggaran Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan Kota Subulussalam, Arie Nogroho, 3 Februari 2017 sore, Tahun Anggaran (TA) 2015 BP Rp169 miliar lebih, sedangkan BM Rp257,80 miliar lebih.

TA 2016 BP Rp165,48 miliar lebih, sedangkan BM Rp444,34 miliar lebih. TA 2017 (murni), BP Rp164,73 miliar lebih, dan BM Rp227,94 miliar lebih.

Berdasarkan data itu, meskipun BM masih lebih tinggi dari BP (anggaran murni/sebelum Perubahan APBK) TA 2017, tetapi porsinya cendrung menurun dibandingkan TA 2016.

Ada pun jumlah PNS Pemko Subulussalam tahun 2017 sebanyak 2.064 orang. Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Subulussalam Mustoliq, sebelumnya atau sampai tahun 2016, jumlah PNS 2.286 orang. Jumlah PNS Subulussalam kini berkurang 222 orang karena ada pengalihan status guru SMA/SMK ke Pemerintah Aceh sejak Januari 2017.

Sementara itu, berdasakan data dipublikasikan Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) melalui laman resmi Monev LKPP, total anggaran Gayo Lues TA 2015 Rp811,93 miliar lebih. BP Rp157,76 miliar lebih (BP dalam BTL Rp109,67 M, dan BP pada BL Rp48,09 M). Sedangkan BM Rp348,28 M.

Total Anggaran (murni) TA 2016 Rp1,14 triliun lebih. BP Rp278,51 miliar lebih (BP dalam BTL Rp220,93 M, dan BP pada BL Rp57,58 M). Sedangkan BM Rp409,54 M.

Pidie Jaya, total anggaran TA 2016 Rp1,08 triliun lebih. BP Rp346,35 miliar lebih (BP dalam BTL Rp321,16 M, dan BP pada BL Rp25,19 M), sedangkan BM Rp354,90 M.

Aceh Jaya, total anggaran TA 2016 Rp1,12 triliun lebih. BP Rp360,62 miliar lebih (BP dalam BTL Rp276,52 M, dan BP pada BL Rp84,10 M), sedangkan BM Rp401,84 M.[](idg)