SUBULUSSALAM – GUBA FC harus mengakui keunggulan IKAPSI FC setelah kalah tipis dengan skor 2-3 dalam pertandingan Semi Final Turnamen Sepak Bola Gerindra Cup 2026 di Lapangan Sultan Daulat Jambi Baru Kota Subulussalam, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim tampil agresif dan saling melancarkan serangan untuk membuka keunggulan. GUBA FC berusaha membangun permainan melalui serangan dari berbagai sisi, sementara IKAPSI FC tampil efektif dalam memanfaatkan peluang.
Pada menit ke 30 IKAPSI FC berhasil membobol gawang yang dikawal oleh Hikmal Maulana. Gol yang tercifta tersebut karena minimnya komunikasi lini pertahanan dengan sang penjaga gawang, bola yang bersumber dari sektor kanan berhasil ditepis oleh Hikmal, namun bola tersebut muntah kembali dan seketika pemain IKAPSI langsung melakukan sundulan sehingga merubah papan skor menjadi satu kosong
Ketinggal satu kosong dalam babak pertama, sang pelatih Irwansyah Lingga harus merubah taktik permainan
Setelah usai turun minum pada babak pertama, sekuat GUBA FC berhasil memanfaatkan kelengahan kini pertahanan IKAPSI sehinga pada menit ke 50 anak -anak GUBA FC menyamakan kedudukan menjadi satu satu.
Pertandingan yang dipimpin oleh Sabda Nones Bancin tersebut berjalan alot, masing-masing kesebelasan berusaha membobol pertahanan lawan, serangan bertubi-tubi selalu mengancam, namun tetap saja tertahan berkat kegigihan kedua kini pertahanan
Lemahnya stamina lini pertahanan anak anak GUBA FC, membuat IKAPSI tambah agresif menjalankan serangan dari daerah yang dianggap lemah, sehingga pada menit yang ke 60, bek GUBA FC memasang jebakan perangkap offside, ternyata jebakan tersebut tak mampu membuat wasit meniupkan peluit, dan pada akhirnya gol pun tercipta sehingga merubah skor pertandingan menjadi 2-1
Sengitnya pertandingan membuat kedua kesebelasan saling merubah formasi secara spontan didalam lapangan, pemain- pemain profesional yang mengisi kedua lini tim membuat sorakan penonton membuat semangat kedua kesebelasan bertambah tinggi, namun lagi-lagi agresifnya serangan IKAPSI membuat lini pertahanan lawan menjadi kelelahan sehingga pada menit yang 73, akibat adanya bola melambung tinggi bisa dimanfaatkan dengan baik dan Gunung Bakti pun kebobolan sehingga papan skor menjadi 3-1 untuk anak asuh Si An.
Pertandingan pun sempat terhenti beberapa menit akibat terjadinya Gempa Bumi yang membuat penonton yang berada di tribun utama menjadi lari ke luar berhamburan dan wasitpun menghentikan pertandingan
Setelah pertandingan berlanjut, Anak anak asuh GUBA FC tak mau ketinggalan jauh, semangat yang membara membuat mereka melakukan serangan lawan umpan jauh, terbukti beberapa kali membuat gawang IKAPSI hampir kebobolan
Berkat kegigihan dan sorakan penonton dari GUBA FC, pada menit yang 80, GUBA FC berhasil menggetarkan jaring gawang IKAPSI FC, sehingga sekor menjadi 2-3.
Tentunya membuat suasana didalam dan luar lapangan bertambah panas, serang serangan yang diciptakan kedua kesebelasan membuat kedua pelatih saling memberikan instruksi kepada anak asuh mereka.
GUBA FC yang merupakan juara bertahan pada tahun 2025 lalu harus mengakui keunggulan IKAPSI FC, akhirnya wasitpun meniupkan peluit panjang sebagai tanda berakhirnya pertandingan dengan skor 2-3 untuk kemenangan IKAPSI FC.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi IKAPSI FC dalam perjalanan mereka di Turnamen Gerindra Cup 2026. Sementara bagi GUBA FC, kekalahan tersebut menjadi evaluasi untuk meningkatkan permainan pada pertandingan berikutnya.
Dari pertandingan tersebut GUBA FC akan melanjutkan ke laga merebutkan juara tiga dengan lawan antara kesebelasan JABAR FC atau IPK2TB
Sedangkan IKAPSI FC sudah dipastikan masuk ke partai grand final yang digelar pada 19 Agustus 2026 dengan lawan antara tim IPK2TB dengan Jabar FC
Setelah laga usai, Irwansya Lingga menyampaikan permohonan ma’afnya kepada masyarakat Gunung Bakti lantaran belum bisa mengantarkan club kebanggaan desanya masuk ke partai final
Irwan berdalih permainan yang disajikan anak asuhnya cukup hebat hanya saja keberuntungan yang belum didapatkan, apalagi dua pemain andalan GUBA FC Ariandi dan Amar tidak bisa turun pada laga semi final tersebut.
“Saya ucapkan terimakasih kepada semua warga GUBA , Pemerintahan Kampong dan BPK Gunung Bakti, para sponsor, pemain, pemuda, pengurus club dan para senior dan saya mohon maaf sebesar besarnya” Tutup Irwan yang biasa disapa Ziha ini.[]








