ACEH BESAR — Dosen Universitas Bina Bangsa Getsempena, Dr. Zahraini, S.Pd., M.Pd., mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan berbasis potensi lokal.
“Salah satunya kami laksanakan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Potensi Daerah di Gampong Lamreung Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar”, pada Mei 2026 lalu,” kata Zahraini, di Banda Aceh, 16 Agustus 2026.
Zahraini mengatakan, kegiatan PkM tersebut diketuai dirinya, dengan anggota tim Dr. Siti Mayang Sari, M.Pd. dan Mutia Northa, M.Pd.T. Kegiatan ini juga melibatkan 5 orang mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran dan penguatan pengalaman mahasiswa dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat untuk mengenali, mengembangkan, dan mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki Gampong Lamreung. Program pemberdayaan diarahkan agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam proses pengembangan potensi daerah secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, tim PkM melakukan identifikasi terhadap berbagai potensi yang terdapat di lingkungan masyarakat, baik potensi sumber daya manusia, ekonomi, sosial, budaya, maupun potensi usaha masyarakat. Hasil identifikasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan bentuk pendampingan dan kegiatan pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan juga diisi dengan sosialisasi, diskusi, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan wawasan mengenai pentingnya mengembangkan potensi lokal menjadi produk dan kegiatan yang memiliki nilai ekonomi serta dapat mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga.
Tim PkM mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya lokal secara kreatif dan inovatif. Pengembangan potensi daerah diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta memperkuat kemandirian ekonomi Gampong Lamreung.
Keterlibatan aparatur gampong dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan kegiatan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah gampong, kelompok masyarakat, dan pelaku usaha diharapkan dapat menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.
Dr. Zahraini, S.Pd., M.Pd. selaku ketua tim PkM menyampaikan bahwa pengembangan potensi daerah tidak cukup dilakukan hanya melalui pelatihan, tetapi membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan.
“Masyarakat memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi dan sosial. Perguruan tinggi memiliki peran penting untuk mendampingi masyarakat agar potensi tersebut dapat dikelola secara kreatif, produktif, dan berkelanjutan.”
Sementara itu, keterlibatan Dr. Siti Mayang Sari, M.Pd., Mutia Northa, M.Pd.T., serta lima mahasiswa memberikan dimensi kolaboratif dalam pelaksanaan program. Mahasiswa terlibat secara langsung dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, dokumentasi, pendampingan masyarakat, hingga evaluasi kegiatan.
Pelibatan mahasiswa dalam kegiatan PkM juga menjadi sarana untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama proses perkuliahan. Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kreativitas, kepemimpinan, serta kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Gampong Lamreung diharapkan semakin mampu mengenali kekuatan daerahnya, mengembangkan kreativitas, serta menciptakan peluang ekonomi berbasis potensi lokal. Dengan demikian, kegiatan PkM tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi terbentuknya kolaborasi yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan masyarakat Gampong Lamreung dalam mengembangkan berbagai potensi lokal secara berkelanjutan.
“Dari potensi lokal, tumbuh kreativitas; dari kreativitas, lahir kemandirian; dan dari kemandirian, tercipta masyarakat yang berdaya dan Sejahtera,” kata Zahraini.[]







