BANDA ACEH – Petani dan nelayan Aceh harus mampu memanfaatkan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) yang sedang berlangsung di kawasan Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh menilai hasil pertanian dan perikanan yang dipamerkan perwakilan setiap provinsi, kabupaten/kota, dan dinas terkait bisa dipelajari petani dan nelayan Aceh.
“Sudah saatnya Petani dan Nelayan Aceh berkunjung ke Penas KTNA, pelajari setiap kelebihan yang ada di daerah lain yang kemudian bisa diterapkan petani dan nelayan di Aceh,” kata Ketua KAMMI Aceh Tuanku Muhammad, Selasa, 9 Mei 2017.
Sejak dibuka Presiden Jokowi, 6 Mei 2017, Tuanku menyebutkan, banyak ilmu yang bisa dipelajari dari setiap stan maupun pertunjukan yang ditampilkan di Penas KTNA. Aceh sebagai provinsi yang mayoritas penduduknya petani dan nelayan tentu harus mampu meningkatkan kapasitas dan keilmuan dalam bertani dan melaut.
“Banyak teknologi pertanian dan perikanan yang bisa digunakan dalam memudahkan petani dan nelayan untuk meningkatkan hasil pertanian dan perikanan,” ujar Tuanku. “Salah satu cara kita tahu perkembangan itu semua ya hadir ke Penas KTNA di Banda Aceh,” kata dia lagi.
Itu sebabnya, Ketua KAMMI Aceh mengajak para petani dan nelayan Aceh beramai-ramai ke Penas KTNA untuk belajar bagaimana bertani dan melaut yang baik dan benar, sebelum even ini ditutup. “Bek sampe wate ka ditop baro tanyong, ho ka Penas KTNA, peu cit hayeu that dipeugah, boh tomat brok lagoe ditanom (jangan sampai waktu sudah tutup baru bertanya, di mana Penas KTNA, apa juga katanya hebat, tomat busuk kok ditanam),” kata Tuanku.
Tuanku berharap ke depan Pemerintah Aceh juga harus mengadakan even seperti Penas KTNA di tingkat provinsi. “Selama ini sangat sedikit even yang langsung berkaitan dengan petani dan nelayan. Padahal tulang punggung pembangunan Aceh adalah melalui pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan,” katanya.[]

