LHOKSUKON – Kampanye Rapat Umum Paslon Bupati/Wakil Bupati Aceh Utara nomor urut 3, Syamsuddin Ayah Panton – Muhammad Jamil digelar di lapangan Landeng, Gampong Alue Drien, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Minggu, 29 Januari 2017 siang. Awalnya kampanye itu direncanakan digelar di lapangan bola kaki Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye.
Kampanye itu dimeriahkan sejumlah seniman termana Aceh. Di antaranya, Rafly Kande yang juga anggota DPD-RI asal Aceh, Udin Pelor, Apa Kaoy, Musik Jambo, Agus PMTOH, dan lainnya. Hadir juga mantan Juru bicara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Australia, Teungku Sufaini Syekhy.
Dalam orasi politiknya, Sufaini Syekhy berbicara tentang kondisi Aceh paska damai yang semakin carut-marut. Dirinya sangat mengapresiasi Ayah Panton yang bergerak dari rakyat dan seorang seniman.
“Dua periode dipegang orang-orang yang menyebut dirinya dari perjuangan, tapi tidak ada perubahan. Damai saat ini hanya bagi sebagian orang saja. Saya harap masyarakat bisa memilih pemimpin bukan berdasarkan partai, tapi dapat melihat langsung sosok pemimpinnya,” ujar Sufaini Syekhy.
Sementara itu, Syamsuddin Ayah Panton dalam orasi politiknya akan memprioritaskan irigasi dan jalan, bukan pembangunan pabrik batu bara yang tidak dibutuhkan masyarakat Aceh Utara.
“Jika ingin membangun pabrik di Krueng Geukuh, seharusnya dibangun pabrik batu bata, bukan batu bara. Jika ingin membangun pabrik di Aceh, seharusnya pabrik saos. Sehingga buah pepaya masyarakat menjadi berguna, tidak busuk di pohon,” ucapnya.
Dalam misinya membangun Aceh Utara, Ayah Panton mengusung beberapa hal. “Bek Phang phoe, artinya jangan melarat. Bek saket asoe, artinya kesehatan harus baik, kaya dan miskin harus mudah mendapatkan pengobatan. Bek buta tuli, artinya pendidikan harus baik, termasuk anak rakyat miskin harus bisa mengenyam pendidikan usia dini, seperti PAUD dan TK,” tutupnya.[]

