BANDA ACEH – Pasangan calon Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem)-TA Khalid memperoleh suara mayoritas di pesisir timur Aceh dalam perhelatan Pilkada kemarin. Meski kalah tipis di 4 kabupaten dataran tinggi Gayo dan Alas, tetapi paslon ini berpotensi memeroleh hasil imbang di pantai barat selatan.
Demikian disampaikan Koordinator Koalisi Aceh Bermartabat (KAB), Win Rimba Raya, kepada portalsatu.com, Kamis, 16 Februari 2017 petang.
“Secara persentase capaian 41,52 persen akan bertambah terus seiring masuknya form C1 dari kecamatan. Namun, resminya nanti KIP Aceh akan mengumumkan segera H. Muzakir Manaf dan TA Khalid sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022,” kata Win Rimba Raya.
Dia menyebutkan, sampai hari ini data yang diperoleh KPU Pusat masih berada di 10,24 persen dari 9.562 TPS di Aceh. Artinya rekapitulasi surat suara yang baru selesai dihitung adalah 257.886 suara dari total 3.400.000 pemilih yang terdaftar di DPT.
“Oleh karena itu kita sampaikan (hasil perhitungan) atas dasar laporan Koalisi Partai Nasional yang tersebar di 23 kabupaten kota. Jadi sangat ironis bila ada kandidat nomor 6 yang menang tipis di kabupaten, yang potensi suara kecil dengan mengumbar hasil sms atau quick count internal mengklaim diri menang,” kata Win.
Dia berharap agar tidak ada opini sesat yang menggiring Aceh karena akan berakibat fatal. Win Rimba juga mengingatkan kondisi rakyat Aceh yang rentan konflik.
“Kita berharap kepada seluruh kandidat lain yang kalah untuk menghormati dan menghargai serta memberi kesempatan kepada Panglima Gerakan Aceh Merdeka, Mualem memimpin Aceh. Bek sok mok, peushak hop, bek lagee kacang tuwoe keu kulet,” kata Win Rimba.
Dia mengatakan pihak Koalisi Partai Nasional sebagai pengusung dan pendukung Mualem-TA Khalid, tetap menjunjung kepentingan Aceh di atas segalanya. Menurutnya kemenangan Mualem-TA Khalid adalah kemenangan rakyat Aceh untuk terus berupaya mengimplementasikan butir-butir MoU Helsinki, demi tercapainya harapan perjuangan rakyat Aceh.
“Kemenangan bersama rakyat ini juga kita jadikan momentum dimulainya penguatan ahlussunnah waljamaah di Aceh, yang selalu diharapkan ulama-ulama kharismatik Aceh,” ujarnya lagi.
“Rakyat Aceh pantas mensyukuri dengan hadirnya H Muzakir Manaf dan TA Khalid sebagai pemimpin baru Aceh atas ridha Allah yang akan mampu membawa perubahan di Aceh,” kata Win Rimba Raya.[]

