LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian meminta maaf kepada tiga tukang ojek atau RBT yang sempat diamankan ke Polres Aceh Utara, Minggu, 26 Agustus 2018 lalu. Ketiganya sempat diamankan dalam penangkapan para anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) “Setan Botak Peureulak” diduga terkait pembunuhan Bripka Anumerta Faisal, di kawasan Pantai Bantayan, Seunuddon, Aceh Utara, Minggu, dinihari.
Permintaan maaf itu disampaikan Kapolres AKBP Ian Rizkian saat konferensi pers di Aula Tribrata Mapolres Aceh Utara, Jumat, 31 Agustus 2018 sore.
“RBT itu adalah ekses dari penangkapan, karena saat penggerebekan memang situasi di luar kendali. Setelah kita bawa ke polres, kita lakukan pemeriksaan. Kami nyatakan mereka tidak bersalah, makanya kita kembalikan kepada pihak keluarga. Kami Polres Aceh Utara, khususnya saya selaku kapolres meminta maaf kepada pihak keluarga terhadap kejadian yang menimpa ketiga tukang RBT ini, karena memang situasi saat itu menjadikan pengendara RBT ini terdampak dari tindakan kepolisian yang terjadi,” ujar Kapolres Ian Rizkian.
Kapolres Aceh Utara menyebutkan, ketiga tukang RBT tersebut tidak ada kaitannya dengan KKB “Setan Botak Peureulak”. Mereka, kata Ian Rizkian, hanya diminta bantu oleh anggota KKB mengantarkannya dan saat itu tim kepolisian melakukan penggerebekan berdasarkan informasi dari warga di sekitar lokasi.
Saat ditanyakan mengenai 'salah tangkap' terhadap tiga tukang ojek tersebut, Kasat Reskrim Polres Aceh Utara Iptu Rezky Kholiddiansyah membantah. “Kalau dikatakan salah tangkap, bahasanya agak rancu, karena kalau penangkapan itu otomatis harus ada surat perintah penangkapan. Mereka (tiga tukang RBT) itu merupakan ekses dari penindakan,” tegas Rezky.
Rezky melanjutkan, “Jadi saya paparkan untuk kronologinya, itu ada tiga tukang RBT, Syahrul dan Faisal. Mereka kita hadirkan di sini untuk meluruskan isu yang berkembang di media sosial bahwa mereka dipukul hingga kakinya patah. Terkait kaki Syahrul yang patah, itu memang sudah terjadi sejak 2014. Mengenai foto babak belur dan berdarah yang beredar di medsos, itu fotonya diedit, kita tidak tahu pihak mana yang melakukannya. Pastinya, nanti kita hadirkan mereka, jadi rekan-rekan jurnalis bisa tanya sendiri”.
Menurut Rezky, kebetulan saat itu (Minggu) tukang ojek bernama Bahagia yang membonceng tersangka Zulkifli. “Zulkifli merupakan tersangka utama. Posisi Bahagia berada di dekat Zulkifli yang lagi jongkok. Kala itu Zulkifli melempar granat tepat di bawah kaki Kompol Suwalto. Itulah yang membangkitkan tindakan represif dari pihak kepolisian yang tak terduga. Karena di awal kita duga dia (Bahagia) temannya (Zulkifli), karena memang berada di sampingnya. Zulkifli juga sempat hendak menarik revolver, itulah yang terjadi ekses kenapa Zulkifli meninggal dunia di lokasi,” ungkap Rezky.
Saat konferensi pers itu dihadirkan dua tukang ojek atau RBT yang sebelumnya sempat diamankan tapi kemudian dipulangkan ke keluarganya masing-masing, yaitu Faisal, warga Gampong Meunasah Panton, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, dan Syahrul, warga Gampong Meunasah Asan, Kecamatan Madat, Aceh Timur. Sementara satu tukang ojek lainnya, Bahagia, warga Gampong Meunasah Asan, Madat, tidak hadir. Kedua tukang ojek itu, Faisal dan Syahrul, hadir dengan didampingi perangkat gampong.[]
Baca juga: Kasus Penikaman Bripka Faisal: Tiga Pria Ditangkap Polisi Kini Dibebaskan



