Selasa, Juli 23, 2024

Dinkes Gayo Lues Keluhkan...

BLANGKEJEREN - Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues mengeluhkan proses pencairan keuangan tahun 2024...

H. Jata Ungkap Jadi...

BLANGKEJEREN – H. Jata mengaku dirinya ditunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menjadi Pj....

Bandar Publishing Luncurkan Buku...

BANDA ACEH - Penerbit Bandar Publishing Banda Aceh meluncurkan sekaligus dua karya Dr....

Rombongan Thailand Selatan Kunjungi...

BANDA ACEH – Delegasi dari berbagai lembaga di Thailand Selatan mengunjungi Kantor Partai...
BerandaKapolri Perintahkan Irwasum...

Kapolri Perintahkan Irwasum Usut Bentrok FPI Vs GMBI

JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Dwi Priyatno untuk mengusut konflik antara Front Pembela Islam (FPI) dengan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Tito menginginkan pokok persoalan kasus itu bisa diungkap.

“Saya sudah minta kepada Irwasum untuk menurunkan tim di sana, melihat secara objektif masalahnya. Tapi jangan dulu memberikan judgment (penilaian, red) siapa benar siapa salah dulu. Yang jelas kami tidak inginkan ada peristiwa kekerasan terjadi,” kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (18/1).

Konflik antara FPI dengan GMBI bermula saat pemeriksaan Habib Rizieq Shihab di Polda Jawa Barat, Kamis pekan lalu (12/1). Habib Rizieq diperiksan sebagai terlapor kasus dugaan penghinaan Pancasila.

Insiden itu berbuntut. Jumat (13/1) dini hari, DPP FPI Bogor menyerang Sekretariat GMBI di Ciampea, Kabupaten Bogor.

Tito menegaskan, Irwasum Polsi akan mengusut kasus ini hingga terang benderang. Dia mengharapkan pengungkapan kasus itu bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat.

Menurutnya, tak perlu lagi ada pengerahan massa saat seseorang diperiksa polisi. Sebab, massa sering bertindak irasional.

“Tolonglah tidak perlu adanya mobilisasi massa. Karena nanti akan terbentuk psikologi massa. Psikologi massa ini berbeda dengan psikologi individu. Kalau psikologi individu bersifat rasional. Tapi kalau psikologi massa kadang irasional,” jelas Tito.

Menurut Tito, psikologis massa sering tidak teratur. Ketika satu orang terpancing, maka massa akan terprovokasi sehingga mengakibatkan tindakan anarkistis.

“Risiko pengendaliannya akan sulit. Oleh karena itu, terjadi pemanggilan misalnya, datanglah. Cukup dengan membawa lawyer saja. Kalau kita benar, tunjukkan kebenaran itu. Sampaikan kebenaran itu,” tandas Tito.[] Sumber:  jpnn.com

Baca juga: