Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaNewsKaryawan Bunuh Diri...

Karyawan Bunuh Diri karena Banyak Lembur, CEO Mengundurkan Diri

CEO atau bos grup perusahaan periklanan raksasa Jepang, Dentsu, mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan ini diambil karena adanya insiden bunuh diri yang dilakukan salah seorang bawahannya karena bekerja lembur hingga ratusan jam per bulan.

Dentsu mempekerjakan setidaknya 47.000 orang dan beroperasi di 140 negara. Perusahaan menjadi sorotan dunia setelah seorang karyawan bunuh diri tepat pada hari Natal 2015 lalu.

CEO Dentsu, Tadashi Ishii menegaskan, pengunduran dirinya akan diajukan pada rapat direksi bulan Januari 2017 ini.

Matsuri Takahashi memutuskan bunuh diri dengan cara terjun dari gedung karena jam kerja terlalu panjang. Beban kerja sangat berat, di mana dia tercatat lembur mencapai 105 jam dalam sebulan. Setelah bunuh diri, wanita berusia 24 tahun ini meninggalkan sebuah catatan kepada sang ibunda bertuliskan, “Kenapa segala sesuatu harus begitu berat?”

Ishii mengundurkan diri setelah penyidik menggerebek Dentsu. “Saya sangat menyesal telah gagal mencegah adanya kerja lembur bagi pekerja baru. Saya meminta maaf yang tulus kepada keluarga yang ditinggalkan dan semua masyarakat,” ucap Ishii.

Dentsu pun berada di bawah tekanan untuk menurunkan jumlah jam lembur karyawannya, dan pada November lalu dikenakan sanksi oleh regulator ketenagakerjaan.

Pada September lalu, Pemerintah Jepang menyatakan bahwa Takahashi tewas karena terlalu banyak bekerja. Dia sering kali pulang ke rumah pada pukul 05.00 pagi setelah menghabiskan waktu pagi, siang, hingga malam di kantor.

Dentsu sebenarnya sudah melakukan beberapa upaya untuk mencegah karyawan bekerja lembur, salah satunya memadamkan penerangan di kantor pada pukul 10.00 malam. Namun, tetap saja ada lebih dari 100 karyawan yang bekerja lembur, setidaknya 80 jam per bulan.

Kematian yang disebabkan kelelahan bekerja merupakan hal yang sangat umum di Jepang, yang dikenal dengan istilah karoshi.

Menurut data pemerintah, sekitar 2.000 orang meninggal dunia setiap tahun dengan cara bunuh diri karena terlalu banyak bekerja. | sumber : merdeka

Baca juga: