SUBULUSSALAM – Kepolisian Resor Aceh Singkil melalui Satuan Lalu Lintas menyebutkan angka kecelakaan kendaraan bermotor di Singkil dan Subulussalam meningkat 100 persen sejak setahun terakhir.
Hal itu disampaikan Kasat Lantas Polres Aceh Singkil AKP Erwin kepada portalsatu.com di sela-sela kegiatan Operasi Simpatik Rencong Tahun 2017 di wilayah Subulussalam, Kamis, 9 Maret 2017.
“Laka lantas meningkat 100 persen, rata-rata anak di bawah umur yang tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas atau traffic light,” kata Erwin.
Ia menjelaskan, tahun 2015 angka laka lantas sebanyak 40 kasus, sementara pada 2016 mencapai 81 kasus atau meningkat secara dratis dalam kurun waktu satu tahun.
Untuk menekan angka tersebut, kata Erwin, sejumlah petugas lalu lintas turun ke lapangan dan menggelar operasi penertiban di sejumlah titik baik di Singkil maupun di Subulussalam.
Hasilnya, kata Erwin, jumlah laka lantas menurun, tetapi pelaku pelanggar tertib lalu lintas justru meningkat. Dapat disimpulkan, kata dia, selama ini banyak pengguna jalan mengabaikan rambu-rambu lalu lintas saat berkendara.
“Kecelakaan tersebut diawali oleh pengendara yang melanggar rambu-rambu lalu lintas,” ungkap Erwin didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Subulussalam Muhsin, S.H.
Erwin mengatakan, salah satu tujuan operasi simpatik hari ini untuk menekan laka lantas di wilayah Subulussalam. Sejumlah petugas polisi juga datang ke sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi tertib lalu lintas.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Subulussalam Muhsin mendukung program operasi simpatik yang dilakukan Satuan Lantas Polres Aceh Singkil. Pihaknya, kata dia, siap bekerja sama dengan kepolisian untuk menekan angka laka lantas di Bumi Sada Kata.[]



