BANDA ACEH – Kasdam IM Brigjen TNI Achmad Daniel Chardin mengatakan dalam tauhid tidak ada tolerensi. Yang ada katanya toleransi umat beragama, bukan agamanya yang ditoleransikan.
Hal itu disampaikan Kasdam saat bersilaturrahmi dan buka puasa bersama hafidz di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Sulaimaniyah Punge Ujong, Meuraxa, Banda Aceh, Sabtu, pekan lalu.
“Kalau ada anggapan semua agama itu baik, semua agama itu benar, semua agama akan mendapat amalnya, dalam hubungan sosial kita katakan iya. Tapi, jika kita analogikan dari sekolah kalau tidak terdaftar apakah iya dikasih nilai, begitu juga kalau tidak terdaftar sebagai muslim apakah akan dicatat sebagai amal walaupun kita berbuat baik,” katanya.
Ia juga mengatakan, jika umat Islam dianjurkan berpuasa maka itu bentuk hubungan dengan Tuhan. Sementara zakat fitrah yang dikeluarkan di akhir Ramadan merupakan bentuk hubungan dengan manusia atau hablum minannas.
“Selanjutnya, Haji adalah hablum minallah kita dengan Tuhan. Ternyata, ajaran agama kita yang diwajibkan kepada kita, salat, puasa, zakat, dan berhaji. Semuanya selalu diawali hubungan dengan Allah dan diakhiri menjaga hubungan dengan sesama manusia.”
Kasdam IM menambahkan, dengan menyumbangkan ilmu pengetahuan yang benar tentang Islam, diharapkan kepada generasi muslim ke depan nantinya akan menjadi generasi muda yang berilmu dan bertakwa.
Kita harapkan juga memang benar nantinya rahmatan lilalamin, kita buktikan ini, kita akan jawab nanti, kata Ahcmad Daniel Chardin di akhir sambutannya.[]



